DPRD Kalbar Soroti Kelangkaan LPG 3 Kg, Minta Pertamina Segera Beri Penjelasan ke Publik
Pontianak (Suara Kalbar) – Kelangkaan gas elpiji yang terjadi di sejumlah wilayah di Kalimantan Barat (Kalbar), khususnya Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya, mendapat perhatian dari Anggota DPRD Kalbar, Zulfydar Zaidar Mochtar. Ia meminta Pertamina segera melakukan antisipasi agar persoalan tersebut tidak berlarut-larut dan menimbulkan dampak yang lebih luas di masyarakat.
Menurut Zulfydar, Pertamina perlu segera memastikan penyebab kelangkaan yang terjadi dengan memperkuat komunikasi antara pihak terkait, mulai dari agen hingga depot penyimpanan gas.
“Dengan saya dengar adanya gas yang langka, saya kira Pertamina harus segera melakukan antisipasi ya, jangan sampai berlarut. Dicek kebenarannya dari komunikasi antara Pertamina dengan pelaku, pelaku itu isunya minim gas, dengan depotnya sendiri. Nah depot sendiri saya kira depot Pertamina, saya kira depot gasnya itu harus mampu menyediakan barang itu dan disampaikan kepada publik,” ujarnya saat dikonfirmasi langsung pada Jum’at (19/6/2026).
Ia menilai, apabila terdapat kendala distribusi maupun keterlambatan pasokan, Pertamina harus segera memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat agar tidak menimbulkan spekulasi.
“Jika memang masih ada keterlambatan perjalanan atau apa, atau pembagian yang lambat, artinya Pertamina harus melakukan penyampaian hasil. Apakah itu benar ini persoalan kuota atau memang keterlambatan. Tapi Pertamina harus menyampaikan, jangan sampai Pertamina tidak menyampaikan pesan ini kepada masyarakat,” ujarnya.
Zulfydar mengingatkan agar persoalan kelangkaan LPG tidak dibiarkan berlarut-larut karena dapat memicu keresahan di tengah masyarakat.
“Jangan sampai nanti berlarut-larut lagi, nanti tambah ramai lagi,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa ketersediaan LPG merupakan kebutuhan penting yang berdampak langsung terhadap aktivitas rumah tangga maupun pelaku usaha kecil.
“Hal ini harus segera dilakukan antisipasi supaya tidak ada masalah kuota dan ini menjadi masalah dapur, emak-emak, UMKM, dampaknya banyak sekali,” tegasnya.
Kelangkaan LPG 3 kilogram dalam beberapa waktu terakhir dikeluhkan warga di sejumlah titik di Pontianak dan Kubu Raya. Kondisi tersebut menyebabkan masyarakat kesulitan memperoleh gas bersubsidi dan harus mencari ke berbagai pangkalan maupun pengecer.
Penulis: Maria






