Begini Kondisi Rumah Akmal, Bocah Penderita Jantung Bocor di Kampung
![]() |
| Akmal, bocah penderita jantung bocor dari Kecamatan Anjongan |
Mempawah (Suara Kalbar) – Kisah Akmal (10), bocah penderita jantung bocor dari Kecamatan Anjongan terus diperbincangkan masyarakat. Kabarnya, petugas telah menindaklanjuti informasi viral itu dengan menyambangi kediaman orang tua Akmal.
Namun belakangan diketahui, rumah yang didatangi petugas merupakan tempat tinggal neneknya.
“Sebenarnya rumah orang tua Akmal itu bukan Rumah Toko (Ruko) seperti yang dilaporkan petugas. Yang dikunjungi petugas itu tepatnya rumah nenek Akmal,” terang Aktivis Kabupaten Mempawah, Khairani, Jumat (17/04/2020) pagi.
Pria yang akrab disapa Bung Rani itu mengungkapkan, orang tua Akmal bernama Sarjono dan Evi Sulastri. Pasangan suami istri (pasutri) yang telah dikaruniai tiga orang anak ini tinggal di Kampung Jagu Rt 07/RW 03, Kelurahan Anjongan Melancar, Kecamatan Anjongan.
“Akmal dan orangtuanya tinggal di sebuah rumah kecil di Kampung Jagu. Rumah yang ditempati Akmal hanya memiliki satu ruangan kamar dengan ukuran yang relatif kecil,” jelas Bung Rani.
Menurut Bung Rani, kondisi tempat tinggal Akmal yang kecil dan hanya memiliki satu ruangan kamar itulah menjadi kendala untuk proses karantina mandiri ketika Akmal dan ibunya pulang ke Anjongan.
Sebab ketika tiba dari Jakarta nanti secara otomatis Akmal dan Ibunya menjadi Orang Dalam Pemantauan (ODP) serta harus menjalani karantina 14 hari.
“Dengan kondisi rumah seperti itu sangat sulit bagi Akmal dan Ibunya untuk mengisolasi diri. Karena Akmal juga punya 2 adik dengan kondisi sakit jantung dan usianya masih kecil. Menurut saya, sangat rawan jika proses karantina mandiri di rumahnya,” ujar Bung Rani.
Bung Rani mengaku, sejak viralnya kabar tentang Akmal yang membutuhkan pertolongan maka dia dan rekan-rekannya sudah berinisiatif mencarikan tempat tinggal sementara untuk proses karantina mandiri selama 14 hari kedepan.
“Namun, kami lihat perkembangannya masalah Akmal sudah mendapatkan tanggapan dari Pemerintah Kabupaten Mempawah. Bahkan, petugas sudah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan keluarga Akmal. Makanya kami mengurungkan niat untuk mencarikan tempat tinggal sementara. Kami sangat mengapresiasi respon cepat dari pemerintah daerah,” pujinya.
Penulis : Dian Sastra
Editor : Dina Wardoyo






