SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Lifestyle 10 Tanda Kolesterol Tinggi yang Sering Diabaikan, Waspada Setelah Makan Daging Kurban

10 Tanda Kolesterol Tinggi yang Sering Diabaikan, Waspada Setelah Makan Daging Kurban

Daging merah diketahui mengandung lemak jenuh dan kolesterol yang cukup tinggi. (Freepik.com/@mdjaff)

Suara Kalbar – Kolesterol tinggi menjadi salah satu masalah kesehatan yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Menurut World Health Organization (WHO) lebih dari 39% orang dewasa di dunia mengalami gangguan kolesterol yang umumnya dipicu pola makan tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik alias kurang bergerak.

Pola makan tidak sehat salah satu contohnya kerap dilakukan banyak orang ketika perayaan Iduladha, dengan mengonsumsi daging sapi dan kambing secara berlebihan yang meningkatkan risiko kolesterol tinggi.

Daging merah diketahui mengandung lemak jenuh dan kolesterol yang cukup tinggi, terlebih jika diolah dengan cara digoreng atau menggunakan santan berlebihan. Konsumsi daging kurban tanpa diimbangi sayur, buah, dan aktivitas fisik dapat memicu penumpukan lemak dalam pembuluh darah.

Memahami ciri-ciri kolesterol tinggi serta langkah pencegahannya penting dilakukan agar kadar kolesterol tetap terkontrol dan risiko komplikasi serius dapat diminimalkan.  Mengutip Mayoclinic, berikut 10 tanda kolesterol tinggi yang perlu diwaspadai beserta cara mengatasinya.

Ciri-ciri Kolesterol Tinggi

1. Muncul Deposito Lemak (Xanthomas)

Xanthomas merupakan benjolan berwarna kuning yang muncul di kulit atau tendon, terutama pada area siku, lutut, dan punggung tangan. Kondisi ini terjadi akibat penumpukan kolesterol dalam tubuh dan sering menjadi tanda kadar kolesterol yang sangat tinggi.

2. Lingkaran Putih di Kornea Mata

Corneal arcus ditandai dengan munculnya lingkaran putih atau abu-abu di sekitar kornea mata. Pada lansia kondisi ini bisa menjadi bagian dari proses penuaan, tetapi jika muncul pada usia muda dapat menjadi indikasi kolesterol tinggi.

3. Nyeri Dada atau Angina

Nyeri dada dapat terjadi ketika jantung tidak mendapatkan cukup suplai darah dan oksigen akibat penyumbatan arteri oleh kolesterol. Jika nyeri dada muncul saat beraktivitas, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

4. Mudah Lelah

Kelelahan berlebihan tanpa penyebab jelas bisa menjadi tanda jantung bekerja lebih keras memompa darah melalui pembuluh darah yang menyempit akibat kolesterol tinggi.

5. Sesak Napas

Sesak napas saat beraktivitas maupun saat istirahat dapat menjadi tanda adanya gangguan jantung yang berkaitan dengan kadar kolesterol tinggi.

6. Mual

Mual memang dapat dipicu banyak faktor. Namun jika disertai nyeri dada atau sesak napas, kondisi ini bisa menjadi tanda gangguan jantung akibat kolesterol tinggi.

7. Hasil Tes Darah Menunjukkan Kolesterol Tinggi

Tes darah merupakan cara paling akurat untuk mengetahui kadar kolesterol. Kadar kolesterol jahat yang tinggi dan kolesterol baik yang rendah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

8. Memiliki Riwayat Keluarga

Faktor genetik juga memengaruhi kadar kolesterol seseorang. Risiko kolesterol tinggi meningkat jika ada anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit jantung atau gangguan kolesterol.

9. Tekanan Darah Tinggi

Kolesterol tinggi sering berkaitan dengan hipertensi. Kedua kondisi ini menjadi faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke.

10. Diabetes

Penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kolesterol. Kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan kadar LDL.

Kiat Mengatasi Kolesterol Tinggi

1. Mengatur Pola Makan

Kurangi konsumsi makanan tinggi lemak jenuh seperti daging merah dan produk susu tinggi lemak. Perbanyak konsumsi buah, sayur, dan biji-bijian utuh untuk membantu menurunkan kadar kolesterol.

2. Rutin Berolahraga

Lakukan aktivitas fisik minimal 150 menit per minggu, seperti berjalan cepat, berenang, atau bersepeda. Olahraga dapat membantu meningkatkan kolesterol baik dan menurunkan kolesterol jahat.

3. Menjaga Berat Badan Ideal

Menurunkan berat badan dapat membantu memperbaiki kadar kolesterol secara signifikan serta menjaga kesehatan jantung.

4. Stop Merokok

Berhenti merokok dapat meningkatkan kadar kolesterol baik sekaligus menurunkan risiko penyakit kardiovaskular lainnya.

5. Konsumsi Obat Sesuai Anjuran Dokter

Jika perubahan gaya hidup belum cukup efektif, dokter dapat meresepkan obat seperti statin untuk membantu mengontrol kadar kolesterol. Pemeriksaan rutin tetap diperlukan untuk memantau efektivitas pengobatan.

Dengan memahami tanda-tanda kolesterol tinggi dan cara mengatasinya, masyarakat dapat mengambil langkah pencegahan lebih dini demi menjaga kesehatan jantung dan meningkatkan kualitas hidup. Jika memiliki faktor risiko atau mengalami gejala tertentu, segera konsultasikan dengan tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play