SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Kalbar Rekam Jejak Prof. Zaenuddin Bakal Calon Rektor IAIN Pontianak 2026-2030

Rekam Jejak Prof. Zaenuddin Bakal Calon Rektor IAIN Pontianak 2026-2030

Prof. Dr. H. Zaenuddin, S.Ag., M.A

Pontianak (Suara Kalbar) — Pemilihan Rektor Institut Agama Islam Negeri Pontianak masa jabatan 2026-2030 semakin menarik perhatian publik. Salah satu figur kuat yang maju sebagai bakal calon rektor adalah Prof. Dr. H. Zaenuddin, S.Ag., M.A.. Sosok akademisi yang kini menjabat sebagai Direktur Pascasarjana IAIN Pontianak tersebut membawa rekam jejak akademik yang dinilai mentereng, pengalaman manajerial yang panjang, serta visi strategis untuk memajukan kampus Islam negeri terbesar di Kalimantan Barat itu.

Perjalanan akademik Prof. Zaenuddin dikenal kuat dan konsisten di bidang keilmuan agama, budaya, serta studi lintas disiplin. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) pada Program Studi Tarbiyah/PAI STAIN Pontianak pada tahun 1997. Semangat pengembangan ilmu kemudian membawanya menempuh studi magister (S2) di Universitas Gadjah Mada pada tahun 2005 dan di Eastern Mennonite University pada tahun 2008.

Selanjutnya, gelar doktor (S3) Ilmu Agama dan Lintas Budaya diraihnya dari Universitas Gadjah Mada pada tahun 2012. Dedikasi panjangnya di dunia akademik mengantarkannya meraih jabatan Guru Besar atau Profesor dalam bidang Studi Agama dan Budaya pada April 2021. Saat ini, ia menyandang pangkat Pembina Utama dengan golongan ruang IV/e.

Selain dikenal sebagai akademisi, kapasitas kepemimpinan Prof. Zaenuddin juga telah teruji melalui berbagai jabatan strategis di lingkungan kampus. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Program Studi Manajemen Dakwah STAIN Pontianak pada tahun 2009. Setelah perubahan status kelembagaan menjadi IAIN Pontianak, ia dipercaya menjadi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama periode 2014-2018.

Sejak 26 September 2022 hingga sekarang, Prof. Zaenuddin mengemban amanah sebagai Direktur Pascasarjana IAIN Pontianak. Dalam masa kepemimpinannya, Pascasarjana IAIN Pontianak dinilai mengalami penguatan jejaring akademik dan pengembangan kualitas pendidikan.

Aktivitasnya juga meluas di berbagai organisasi profesi dan keilmuan. Ia tercatat sebagai Ketua Komisariat Kalimantan Barat pada Masyarakat Pernaskahan Nusantara (MANASSA) sejak tahun 2011. Selain itu, ia juga menjabat Ketua Bidang Hubungan Internasional pada Asosiasi Studi Agama Indonesia (ASAI), serta Deputi Direktur Bidang Publikasi dan Training di IA Scholar Foundation.

Dalam pencalonannya sebagai Rektor IAIN Pontianak periode 2026-2030, Prof. Zaenuddin mengusung visi besar menjadikan IAIN Pontianak sebagai perguruan tinggi keagamaan negeri di wilayah perbatasan yang memiliki reputasi internasional dan menghasilkan lulusan berbudaya serta berkarakter Islami.

Untuk mewujudkan visi tersebut, ia merancang sejumlah program strategis. Salah satunya ialah internasionalisasi IAIN Pontianak melalui penguatan kerja sama luar negeri, program visiting professor, pertukaran mahasiswa internasional, hingga penguatan pengakuan ijazah IAIN Pontianak di tingkat internasional, khususnya kawasan ASEAN.

Ia juga menaruh perhatian pada pengembangan kampus berbasis ekoteologi melalui pembangunan sarana dan prasarana ramah lingkungan, pengelolaan limbah terpadu, efisiensi energi, serta perluasan ruang terbuka hijau di lingkungan kampus.

Di bidang akademik dan kelembagaan, Prof. Zaenuddin mendorong penguatan riset kolaboratif internasional bagi dosen, percepatan program Guru Besar, serta peningkatan publikasi ilmiah pada jurnal internasional bereputasi.

Tak hanya itu, ia juga berkomitmen melanjutkan perjuangan peningkatan status kelembagaan IAIN Pontianak menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Pontianak dengan membangun sinergi bersama seluruh elemen kampus dan pemangku kepentingan terkait.

Dengan pengalaman akademik, jaringan internasional, serta rekam jejak kepemimpinan yang dimiliki, Prof. Dr. H. Zaenuddin dinilai menjadi salah satu figur yang siap membawa IAIN Pontianak menghadapi tantangan global sekaligus memperkuat posisi kampus sebagai pusat pengembangan pendidikan Islam modern di wilayah Kalimantan Barat dan kawasan perbatasan Indonesia.

Penulis: Tim Liputan

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play