Pemerintah Kota Palangka Raya Belum Terapkan WFA/WFH
Palangka Raya (Suara Kalbar) – Pemerintah Kota Palangka Raya hingga saat ini belum menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) maupun Work From Home (WFH) di lingkungan kerjanya. Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, menyikapi wacana yang tengah dibahas di tingkat pemerintah pusat.
Menurut Achmad Zaini, meski pemerintah daerah memberikan respons positif terhadap rencana tersebut, namun penerapannya dinilai belum tepat untuk saat ini. Ia menegaskan bahwa banyak sektor pelayanan publik yang membutuhkan kehadiran langsung aparatur.
“Banyak pelayanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti fasilitas kesehatan, pendidikan, dan layanan publik lainnya. Karena itu, kami tidak menerapkan WFH maupun WFA,” ujarnya usai menghadiri Rapat Paripurna ke-9 DPRD Kota Palangka Raya, Jumat (27/3/2026) sore.
Ia menambahkan, hari tersebut merupakan hari terakhir kerja sebelum libur, dan aktivitas pemerintahan akan kembali berjalan normal pada Senin (30/3/2026).
Lebih lanjut, pada hari pertama masuk kerja, Pemerintah Kota Palangka Raya akan menggelar apel akbar yang melibatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) bersama Wali Kota.
“Bersama Wali Kota dan seluruh jajaran, kita akan melaksanakan apel akbar di Kantor Wali Kota Palangka Raya di Jalan Cilik Riwut Km 5,” jelasnya.
Terkait kebijakan WFH, Achmad Zaini mengakui bahwa di tingkat pemerintah provinsi sudah terdapat surat edaran dan sebagian perangkat daerah telah menerapkannya. Namun, Pemkot Palangka Raya memilih untuk tidak mengikuti kebijakan tersebut.
“Memang ada surat edaran di tingkat provinsi dan sebagian dinas sudah menjalankan, tetapi untuk Pemerintah Kota Palangka Raya tidak menerapkannya. Kami ingin lebih dekat dengan masyarakat, terutama dalam kondisi yang membutuhkan kehadiran langsung seperti layanan kesehatan di puskesmas,” tegasnya.
Ia memastikan bahwa hingga saat ini pelayanan publik di Kota Palangka Raya tetap berjalan dengan baik tanpa adanya keluhan signifikan dari masyarakat.
Selain itu, Pemkot Palangka Raya juga terus berupaya meningkatkan pembangunan infrastruktur, seperti jalan, drainase, dan penerangan jalan umum (PJU), meskipun di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
“Fokus pembangunan tetap pada pelayanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, infrastruktur jalan, drainase, dan PJU,” tambahnya.
Di tengah upaya efisiensi tersebut, pemerintah daerah meminta masyarakat untuk bersabar karena pembangunan dilakukan secara bertahap.
“Insyaallah dalam lima tahun ke depan akan ada peningkatan di berbagai bidang. Kami mohon masyarakat bersabar karena semua dilakukan secara bertahap,” pungkasnya.
Penulis: Hendra C
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






