SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Tak Ada Sinar Matahari, Begini Suasana Sel Napi Anggota Geng di El Salvador

Tak Ada Sinar Matahari, Begini Suasana Sel Napi Anggota Geng di El Salvador

Kondisi para napi di penjara Izalco, barat lau San Salvador, Minggu (26/4/2020). [AFP/Dok. Humas Pemerintah El Salvador]

Jakarta (Suara Kalbar)- Lebih dari 50 orang tewas selama akhir pekan di El Salvador. Berdasarkan informasi dari intelijen pemerintah setempat, kasus pembunuhan itu diduga berasal dari perintah para geng yang ada di dalam penjara.

Sebagai langkah menekan tingkat kriminalitas, pemerintah El Salvador menyegel pintu dan jendela sel penjara tempat anggota geng, yang dituduh terlibat dalam kasus-kasus pembunuhan, ditahan.

Awal pekan lalu, Menteri Keamanan El
Salvador, Osiris Luna mengatakan, tidak ada sinar matahari yang akan
memasuki sel yang menahan anggota geng.

Dia juga merilis foto-foto pintu sel yang di barikade dengan kayu lapis dan lembaran logam.

Luna mengatakan langkah itu diperlukan
untuk menghentikan gelombang pembunuhan yang diduga dilakukan oleh geng
baru-baru ini di negara itu.

Kondisi para napi di penjara Izalco, barat lau San Salvador, Minggu (26/4/2020). [AFP/Dok. Humas Pemerintah El Salvador]
Kondisi para napi di penjara Izalco, barat lau San Salvador, Minggu (26/4/2020). [AFP/Dok. Humas Pemerintah El Salvador]

Dikutip dari BBC News Indonesia—jaringan Suara.com—Rabu (29/4/2020), Luna mengatakan para tahanan berbagi pesan tentang siapa yang ingin mereka bunuh.

Presiden Nayib Bukele sebelumnya
memposting video di Twitter yang disebutnya menunjukkan narapidana
menyusun huruf dengan menggulung kaos mereka untuk mengirim pesan ke sel
lain.

Presiden
Bukele, yang berjanji untuk mengakhiri kekerasan geng di El Salvador
yang merajalela saat kampanye, terpilih tahun lalu.

Sejak menjabat Juni lalu, ia telah memperkenalkan langkah-langkah yang lebih keras di dalam penjara yang menahan anggota geng.

Langkah-langkah tersebut termasuk,
mengunci narapidana di sel mereka sepanjang hari dan hanya
memperbolehkan mereka keluar selama satu jam.

Selain itu, memblokir sinyal ponsel dan wifi serta mencampuradukkan penjara sehingga satu geng dengan geng lainnya bercampur.

Kondisi para napi di penjara Izalco, barat lau San Salvador, Minggu (26/4/2020). [AFP/Dok. Humas Pemerintah El Salvador]
Kondisi para napi di penjara Izalco, barat lau San Salvador, Minggu (26/4/2020). [AFP/Dok. Humas Pemerintah El Salvador]

Lonjakan pembunuhan selama akhir pekan mendorongnya untuk semakin memperkuat langkah-langkah itu. Pertama, dia memerintahkan lockdown
penjara selama seminggu. Pada hari Senin (27/4/2020) Menteri Keamanan El
Salvador Osiris Luna menindaklanjuti dengan memerintahkan penyegelan
pintu dan jendela sel.

Pemerintah juga memperlihatkan foto-foto
tahanan dengan tangan terikat dan membuat mereka duduk berdekatan ketika
sel-sel mereka digeledah.

Foto-foto itu telah menyebabkan kemarahan di antara kelompok-kelompok Hak Asasi Manusia.

Mereka mengatakan, selain memalukan dan
merendahkan para tahanan, hal itu menunjukkan langkah-langkah sosial
untuk memerangi penyebaran virus corona tidak diindahkan di
penjara-penjara El Salvador.

“Para tahanan dijatuhi hukuman perampasan
kebebasan, bukan hukuman mati. Pemerintah harus mengambil
langkah-langkah mendesak untuk melindungi mereka selama pandemi
Covid-19,” cuit Jose Miguel Vivanco dari divisi Amerika Human Rights
Watch.

Kondisi para napi di penjara Izalco, barat lau San Salvador, Minggu (26/4/2020). [AFP/Dok. Humas Pemerintah El Salvador]
Kondisi para napi di penjara Izalco, barat lau San Salvador, Minggu (26/4/2020). [AFP/Dok. Humas Pemerintah El Salvador]

Presiden
Bukele sebelumnya sudah sering dikritik oleh kelompok-kelompok HAM,
tapi dia berpendapat pendekatan tanpa toleransi terhadap kejahatan
berhasil-ada beberapa hari sejak dia berkuasa di mana tidak ada
pembunuhan yang dicatat.

Bukele populer di kalangan warga El Salvador yang menderita kekerasan geng selama beberapa dekade.

Sumber : Suara.com

Editor    : Diko Eno

Komentar
Bagikan:

Iklan