Cara Mengatur Pola Tidur agar Tetap Bugar Selama Ramadan
Suara Kalbar – Perubahan pola makan selama bulan Ramadan biasanya diikuti dengan berubahnya pola tidur. Waktu tidur malam terpotong karena sahur kerap bisa membuat sebagian orang mudah merasa lemas dan mengantuk saat beraktivitas di siang hari. Lalu, bagaimana cara mengatur pola tidur agar tubuh tetap bugar selama berpuasa?
Praktisi kesehatan, dr Yose Rizal, menjelaskan prinsip utama menjaga pola tidur selama Ramadan adalah disiplin serta menghindari kebiasaan begadang. Menurutnya, durasi tidur ideal bagi orang dewasa tetap berada pada kisaran 6 hingga 8 jam per hari.
Ia menyarankan umat Islam mencontoh pembagian waktu istirahat yang dilakukan Rasulullah SAW. Salah satu kuncinya adalah segera beristirahat setelah menunaikan ibadah malam.
“Rasulullah tidak membiasakannya begadang setelah lepas salat Tarawih, beliau istirahat. Setelah salat Tarawih istirahat, bangun sepertiga malam untuk melakukan qiyamul lail,” ujar dr Yose saat ditemui di Klinik Pratama Elidas Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (13/2/2026).
Ia menekankan pentingnya mencapai fase tidur lelap (deep sleep) agar proses pemulihan tubuh berjalan optimal. Karena itu, aktivitas setelah salat Tarawih sebaiknya dibatasi.
“Jadi kalau bisa diutamakan setelah salat Tarawih enggak ada aktivitas lagi. Andai mau makan ringan silakan, buah-buahan atau apa, baru kita istirahat. Nanti bangun lagi bisa jam 2 atau jam 3,” terangnya.
Dokter Yose juga mengingatkan pentingnya untuk mendapatkan tidur singkat atau qailulah. Metode ini dinilai efektif membantu mengembalikan energi dan mengatasi rasa kantuk yang melanda di tengah menjalani padatnya aktivitas sehari-hari.
“Rasul melakukan tidur qailulah walaupun cuma 20 menit sampai 30 menit, itu biasanya sebelum salat zuhur,” tutup dr Yose.
Sumber: Beritasatu.com
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






