Song Mino Tersandung Dugaan Mangkir Wamil, Terancam Tiga Tahun Penjara
Suara Kalbar – Song Mino, penyanyi rap sekaligus personel boygroup terkenal Korea Selatan, Winner, kini tengah menjadi pusat perhatian publik setelah muncul tuduhan serius terkait kedisiplinannya selama menjalani masa wajib militer (wamil). Ia dituntut maksimal hingga tiga tahun penjara akibat diduga mangkir dalam periode masa tugas.
Pihak berwenang awalnya mulai mengendus adanya ketidakteraturan dalam catatan kehadiran sang idol. Meskipun Mino telah secara resmi menyelesaikan masa tugasnya sebagai pelayan publik pada Desember 2024, bayang-bayang sanksi hukum justru baru muncul pada awal 2026.
Saat ini, status hukum Mino tengah berada di ujung tanduk setelah jaksa memberikan tuntutan yang cukup berat. Dihimpun dari berbagai sumber, Sabtu (14/2/2026), berikut rangkuman kronologi, rincian pelanggaran, hingga ancaman pidana yang membayangi sang idola.
Kronologi dan Dugaan Pelanggaran
Berdasarkan dokumen dakwaan yang dirilis, Song Mino diduga mangkir dari tugas wajib militernya selama total 102 hari tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Sebagai pelayan publik di Korea Selatan, seseorang umumnya menjalani sekitar 430 hari kerja efektif selama masa dinas 21 bulan. Dengan jumlah ketidakhadiran mencapai 102 hari, Mino diduga absen hampir seperempat dari total masa tugasnya.
Penyelidikan mendalam dilakukan melalui analisis data GPS ponsel serta rekaman CCTV di lokasi kerja. Temuan tersebut menunjukkan pola ketidakhadiran berulang.
Pada tahap awal, pihak agensi membela Mino dengan menyatakan absensi tersebut berkaitan dengan kondisi kesehatan dan penggunaan cuti medis yang sah. Namun, dalam tiga kali proses interogasi, Mino akhirnya mengakui sebagian besar tuduhan.
Pada dua pemeriksaan awal ia sempat menyangkal, tetapi pada pemeriksaan ketiga ia tidak lagi dapat membantah bukti digital yang menunjukkan dirinya kerap tidak berada di lokasi tugas pada jam kerja.
Data investigasi juga menunjukkan peningkatan frekuensi ketidakhadiran menjelang akhir masa dinas. Pada awal tugasnya, antara Maret hingga Mei 2023, Mino hanya tercatat absen satu hari.
Situasi berubah drastis pada Juli 2024, ketika ia dilaporkan hanya masuk kerja selama empat hari dari total 23 hari kerja. Menjelang akhir masa tugas pada November 2024, ia kembali tercatat absen selama 14 hari dalam satu bulan.
Salah satu bukti penting yang diajukan jaksa adalah kehadiran Mino di pernikahan adiknya di San Francisco, Amerika Serikat, pada Mei 2024. Foto kegiatan tersebut sempat beredar di media sosial. Penyelidikan kemudian menemukan perjalanan itu diduga dilakukan tanpa otorisasi resmi sesuai regulasi militer, sehingga memicu penyelidikan lebih lanjut terhadap catatan kehadirannya.
Dugaan Manipulasi Dokumen Internal
Penyelidikan tidak hanya menyoroti Song Mino. Seorang pengawas fasilitas militer berinisial “A” di Mapo-gu Facilities Management Corporation turut didakwa karena diduga membantu menutupi ketidakhadiran sang artis.
Modus yang digunakan antara lain memalsukan buku absensi harian serta menyetujui formulir cuti sakit dan cuti tahunan tanpa prosedur yang sah.
Pihak kejaksaan menyebut pengawas tersebut mengizinkan Mino tidak hadir bekerja dengan alasan sepele, seperti kelelahan atau bangun kesiangan. Dalam beberapa kesempatan, pengawas bahkan mengirim pesan agar Mino tidak perlu datang saat terdapat jadwal pelatihan internal.
Praktik tersebut membuat catatan kehadiran Mino terlihat normal secara administratif, meskipun secara fisik ia tidak berada di tempat tugas.
Ancaman Hukuman Pidana
Akibat dugaan pelanggaran tersebut, Song Mino terancam hukuman penjara maksimal tiga tahun sesuai Pasal 89-2 Undang-Undang Dinas Militer Korea Selatan.
Pasal tersebut menyatakan siapa pun yang meninggalkan pos dinas tanpa alasan sah selama delapan hari atau lebih dapat dijatuhi hukuman pidana. Mengingat jumlah hari absen yang dituduhkan mencapai 102 hari, tuntutan terhadap Mino dinilai sangat serius.
Selain ancaman pidana, muncul pula kemungkinan re-enlistment atau penugasan kembali. Otoritas tenaga kerja militer menyatakan bahwa apabila terbukti terjadi pelanggaran, status bebas tugas Mino dapat dibatalkan dan ia diwajibkan menjalani sisa masa dinas secara sah.
Dampak terhadap Karier dan Reaksi Publik
Kasus ini berdampak besar terhadap karier Mino di industri musik. Persidangan perdana yang dijadwalkan berlangsung pada Maret 2026 membuat rencana kembali aktif bersama ketiga personel Winner lainnya ke panggung musik harus ditunda tanpa kepastian.
Sebagian publik dan penggemar menyampaikan kekecewaan karena sebenarnya Mino sebelumnya telah mendapatkan klasifikasi pelayan publik (Grade 4), yang dinilai lebih ringan dibanding tugas sebagai tentara aktif. Namun, ia tetap diduga menyalahgunakan hal tersebut.
Masyarakat Korea Selatan pun menuntut penegakan hukum yang adil tanpa perlakuan khusus terhadap selebritas dalam menjalankan kewajiban militernya sebagai warga negara.
Proses Hukum Masih Berjalan
Hingga berita ini diturunkan, proses hukum masih berlangsung. Pihak berwenang melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan apakah pelanggaran benar terjadi dan apakah terdapat alasan pembenar secara hukum.
Dalam sistem peradilan, asas praduga tak bersalah tetap berlaku. Artinya, Mino berhak mendapatkan proses hukum yang adil sebelum dinyatakan bersalah.
Publik juga diimbau menunggu hasil resmi dari pengadilan maupun otoritas terkait, mengingat tingginya perhatian media internasional terhadap kasus yang melibatkan figur publik tersebut.
Kontroversi dugaan mangkir wamil selama 102 hari ini menjadi salah satu skandal militer terbesar yang melibatkan artis Korea Selatan dalam beberapa tahun terakhir. Dengan ancaman hukuman hingga tiga tahun penjara, masa depan Song Mino kini sepenuhnya berada di tangan proses hukum.
Sumber: Beritasatu.com
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






