Meriahkan Imlek, Damkar Panca Bhakti Kembali Hadirkan Ribuan Lampion
Pontianak (Suara Kalbar) – Pemadam Kebakaran (Damkar) Panca Bhakti Pontianak kembali memasang ribuan lampion hias yang dipasang diseputaran jalan Wr Supratman Kota Pontianak.
Ribuan lampion ini dipasang tepat didepan Posko Damkar Panca Bhakti untuk memeriahkan Imlek 2026 yang akan segera dilaksanakan pada tanggal Selasa (17/02/2026).
Wakil ketua umum Damkar Panca Bhakti, Jupri Syukur mengatakan bahwa, Imlek tidak hanya perayaan tahunan namun juga memiliki makna yang cukup dalam untuk masyarakat.
”Makna Tahun Baru Imlek itu pertama adalah mulainya musim semi. Kedua, kita selalu mengharapkan di tahun depan bisa memberikan kita kesehatan, keberuntungan, dan kesejahteraan, untuk seluruh masyarakat di Pontianak pada umumnya dan kepada Panca Bhakti pada khususnya,” kata Jupri pada Sabtu (14/02/2026).
Ia kemudian mengatakan bahwa, dalam empat tahun terakhir Damkar Panca Bhakti dinilai semakin menunjukkan eksistensinya di tengah masyarakat.
Jupri kemudian menegaskan bahwa peran serta pemadam kebakaran swasta kini telah dirasakan luas oleh warga Pontianak.
“Peran serta pemadam kebakaran swasta ini sudah dirasakan oleh semua masyarakat pada umumnya,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa, mengakui masih ada sejumlah hal yang perlu dibenahi ke depan. Mulai dari infrastruktur, fasilitas pendukung, hingga peningkatan kualitas pelatihan bagi seluruh personel.
“Untuk tahun ke depannya tentunya masih banyak kekurangan yang harus kita lengkapi, baik dari infrastrukturnya, fasilitasnya, dan personel. Itu yang ingin kita kembangkan,” jelas Jupri.
Hal yang menggembirakan, menurutnya, adalah semakin aktifnya generasi muda dalam tubuh organisasi.
“Yang kita lihat hari ini yang sudah mulai aktif ini adalah generasi muda semua. Kita sangat mengharapkan ini bisa dilanjutkan ke depannya oleh yang muda-muda,” tambahnya.
Selain itu pada Tahun ini, perayaan Imlek berdekatan dengan bulan Ramadan. Menanggapi hal tersebut, Jupri menekankan pentingnya menjaga toleransi dan saling menghormati antarumat beragama di Kalimantan Barat.
“Dalam kehidupan bermasyarakat, toleransi kepada semua suku di Kalimantan Barat ini sudah terkenal dengan toleransinya,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa sejumlah penyesuaian dilakukan agar kegiatan tidak bertabrakan dengan waktu ibadah puasa.
“Untuk panggilan dan lain sebagainya harus kita sesuaikan jamnya, jangan sampai bertabrakan. Itu yang ingin kita bawa bersama. Kita semua sudah mengerti dan saling menghormati,” pungkasnya.
Penulis: Iqbal Meizar






