SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Otomotif Ford Jajaki Kerja Sama dengan Geely, Incar Produksi EV di Eropa

Ford Jajaki Kerja Sama dengan Geely, Incar Produksi EV di Eropa

Ford menjajaki kerja sama produksi dan teknologi dengan produsen Tiongkok, termasuk Geely, guna mengoptimalkan pabrik serta menyiasati tarif impor di Eropa. (Google)

Suara Kalbar – Raksasa otomotif asal Amerika Serikat, Ford, dikabarkan tengah menjalin diskusi serius dengan sejumlah produsen mobil asal Tiongkok. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi Ford untuk mengoptimalkan kapasitas produksi di pabrik-pabrik mereka yang saat ini masih memiliki ruang kosong, sekaligus membuka peluang kolaborasi teknologi di masa depan.

Salah satu poin utama dalam laporan ini adalah pembicaraan mendalam antara Ford dengan Geely mengenai penggunaan fasilitas produksi di Eropa. Menanggapi kabar yang beredar luas ini, pihak Ford memberikan pernyataan diplomatis namun tetap terbuka.

“Kami melakukan diskusi dengan banyak perusahaan setiap saat tentang berbagai topik. Terkadang diskusi tersebut membuahkan hasil, terkadang tidak,” ujar perwakilan Ford dikutip Car Expert, Senin (9/2/2026).

Jika kesepakatan produksi di Eropa ini tercapai, Geely dapat menghindari tarif umum sebesar 10 persen serta pajak tambahan hingga 35 persen yang dikenakan khusus untuk kendaraan listrik (EV) buatan Tiongkok. Dengan memproduksi mobil secara lokal di pabrik milik Ford, harga jual kendaraan mereka di pasar Eropa bisa tetap kompetitif meskipun ada tekanan regulasi perdagangan yang kian ketat.

Namun, kerja sama ini tidak hanya sebatas soal perakitan fisik kendaraan saja. Kabarnya, diskusi antara Ford dan Geely telah meluas hingga ke sektor berbagi teknologi, termasuk pengembangan sistem mengemudi otonom. Ford sendiri memang sedang gencar menjalin kemitraan, seperti yang telah mereka lakukan sebelumnya dengan Volkswagen dalam pengembangan mobil komersial dan platform kendaraan listrik.

Di sisi lain, muncul juga laporan dari Financial Times bahwa Ford sempat menjajaki peluang dengan raksasa teknologi Xiaomi untuk produksi di Amerika Serikat guna menyiasati tarif impor 100 persen. Namun, kabar ini segera dibantah keras oleh kedua belah pihak. Ford menegaskan bahwa “cerita ini sepenuhnya salah,” sementara Xiaomi juga menyatakan dengan tegas, “Laporan bahwa Xiaomi sedang mendiskusikan usaha patungan dengan Ford Motor Co adalah palsu.”

Xiaomi bahkan mempertegas posisi mereka bahwa saat ini mereka tidak memiliki rencana ekspansi ke pasar Amerika dalam waktu dekat. “Xiaomi tidak menjual produk dan layanannya di Amerika Serikat dan tidak sedang bernegosiasi untuk melakukan hal tersebut,” tulis pernyataan resmi dari pihak Xiaomi menanggapi rumor yang beredar.

Meski membantah rumor spesifik soal Xiaomi, CEO Ford Jim Farley secara terbuka mengakui keunggulan strategi Tiongkok di industri EV. Ia menyebut bahwa pemerintah Tiongkok berniat “mendominasi industri (otomotif) secara global dengan beralih ke EV dan kendaraan pintar sebelum orang lain.” Farley juga menambahkan bahwa Ford sangat terbuka untuk melakukan “kemitraan untuk kekayaan intelektual (IP).”

Langkah Ford ini mencerminkan realitas baru di pasar otomotif global, di mana kolaborasi lintas negara menjadi kunci bertahan hidup. Dengan dinamika pasar yang terus berubah dan tantangan tarif yang tinggi, strategi Ford untuk menggandeng pemain besar Tiongkok akan menjadi penentu apakah mereka mampu mengimbangi kecepatan inovasi kendaraan listrik di masa depan.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan