Kristina, Penggerak Pendidikan Perbatasan dari Sambas yang Konsisten Membangun Harapan
Sambas (Suara Kalbar) – Nama Kristina kian dikenal sebagai salah satu penggerak pendidikan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah perbatasan Kalimantan Barat. Perempuan asal Desa Merubung, Kabupaten Sambas, yang berbatasan langsung dengan Malaysia ini, aktif memperjuangkan pemerataan akses pendidikan, khususnya bagi anak-anak di daerah terpencil dan perbatasan.
Kristina, yang akrab disapa dengan nama yang sama, tumbuh dari keluarga sederhana. Kedua orang tuanya hanya menamatkan pendidikan hingga Sekolah Dasar. Kondisi tersebut justru membentuk kesadaran sejak dini bahwa pendidikan bukan sekadar proses belajar, melainkan harapan untuk memutus rantai keterbatasan dan membuka masa depan yang lebih baik.
Kesadaran itu menjadi fondasi kuat komitmennya untuk terus belajar, berbagi, dan terlibat aktif dalam upaya pemerataan pendidikan. Saat ini, Kristina dipercaya sebagai Ketua komunitas pendidikan Iyale Kalbar, sebuah wadah yang fokus pada gerakan pendidikan berbasis komunitas di Kalimantan Barat.
Aktif di Gerakan Pendidikan Perbatasan
Sebagai Ketua Iyale Kalbar, Kristina terlibat langsung dalam berbagai kegiatan, salah satunya Ekspedisi Pendidikan ke wilayah-wilayah perbatasan. Dalam misi tersebut, ia menyaksikan secara langsung bagaimana keterbatasan fasilitas, akses informasi, dan pendampingan pendidikan memengaruhi kepercayaan diri serta mimpi anak-anak daerah.
“Anak-anak daerah memiliki potensi yang sama untuk bermimpi besar. Yang sering kurang hanyalah akses dan kesempatan,” ungkap Kristina dalam salah satu kegiatan komunitas.
Pengalaman tersebut mendorongnya untuk terus membuka ruang belajar yang lebih merata, menumbuhkan semangat belajar, serta menanamkan keyakinan bahwa latar belakang geografis bukan penghalang untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Prestasi dan Rekam Jejak Akademik
Selain aktif di komunitas, Kristina juga memiliki rekam jejak akademik dan inovasi yang cukup menonjol. Sejumlah prestasi pernah diraihnya, antara lain Juara Favorit Lomba Startup tingkat fakultas dan Juara III Lomba Kewirausahaan tingkat fakultas pada 2022. Ia juga tercatat sebagai Finalis Pimnas 2019 dan Finalis Lomba Debat tingkat fakultas pada 2020.
Di bidang teknologi dan sistem informasi, Kristina pernah menjadi Manajer Proyek startup aplikasi “Sewa Jak” pada 2019, serta Analis Sistem pada proyek “Sistem Informasi Kegiatan Mahasiswa” tingkat fakultas pada 2017. Pada 2022, ia juga mengembangkan aplikasi Sistem Informasi Geografis (GIS) untuk pemetaan program Keluarga Berencana.
Dampak Nyata bagi Generasi Muda
Kontribusi Kristina tidak berhenti di ranah komunitas. Di tempat kerja sebelumnya, ia turut menginisiasi program beasiswa yang menyasar siswa SMA hingga mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Program tersebut membantu banyak pelajar agar tetap dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Melalui ekspedisi pendidikan dan program beasiswa, dampak nyata mulai dirasakan. Anak-anak daerah menjadi lebih percaya diri, termotivasi untuk melanjutkan sekolah, serta berani bermimpi melampaui keterbatasan lingkungan mereka. Inisiatif ini juga mendorong keterlibatan relawan dan memperkuat kesadaran kolektif masyarakat bahwa pendidikan adalah kunci perubahan berkelanjutan, khususnya di wilayah perbatasan.
Komitmen untuk Sambas
Ke depan, Kristina berkomitmen untuk terus berkontribusi bagi Kabupaten Sambas. Salah satu rencananya adalah mengembangkan Sistem Informasi Geografis (GIS) untuk memetakan potensi ekonomi desa, mulai dari UMKM, pertanian, hingga pariwisata. Pemetaan tersebut diharapkan menjadi basis data yang akurat dalam perencanaan pembangunan desa yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Ia juga berencana membagikan pengetahuan melalui pelatihan GIS dan literasi data bagi pemuda serta perangkat desa, sekaligus membangun kolaborasi lintas sektor agar hasil riset dan pemetaan dapat diterapkan secara nyata di tengah masyarakat.
Pesan untuk Anak Muda
Kristina berpesan agar generasi muda, khususnya anak-anak daerah, tidak ragu untuk bermimpi besar. Menurutnya, pendidikan adalah investasi jangka panjang yang membuka jalan baru, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi generasi berikutnya.
“Pendidikan bukan sekadar meraih gelar, melainkan tanggung jawab untuk kembali, berbagi, dan memberi makna. Dengan ilmu, kita bisa berbuat sesuatu untuk daerah dan negara,” tutupnya.
Penulis: Tim Liputan
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






