SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Teknologi YouTube Tutup Celah Pemutaran Latar Belakang di Browser Android

YouTube Tutup Celah Pemutaran Latar Belakang di Browser Android

Ilustrasi YouTube. (Unsplash/NordWood Themes)

Suara Kalbar – Selama bertahun-tahun, banyak pengguna Android mengandalkan browser pihak ketiga untuk mendapatkan pengalaman YouTube mirip pelanggan premium, terutama untuk fitur pemutaran latar belakang.

Dengan metode ini, video tetap berjalan meski aplikasi diminimalkan atau layar ponsel dimatikan. Namun, celah tersebut kini tampaknya resmi ditutup oleh YouTube.

Dikutip dari 9to5Google, laporan terbaru dari PiunikaWeb menunjukkan pengguna Android tidak lagi dapat memutar video YouTube di latar belakang melalui browser pihak ketiga.

Masalah ini pertama kali banyak dilaporkan oleh pengguna Samsung Internet, tetapi browser lain, seperti Brave, Vivaldi, dan Microsoft Edge juga terdampak.

Browser-browser tersebut selama ini populer bukan hanya karena dukungan ekstensi dan pemblokir iklan, tetapi juga karena kemampuannya menjalankan fitur pemutaran latar belakang, salah satu fitur premium YouTube yang paling diminati pengguna gratis.

Pengujian Langsung Video Berhenti Saat Layar Dimatikan

Dalam pengujian menggunakan akun nonpremium, pemutaran video berhenti beberapa detik setelah layar ponsel dimatikan. Jika layar dinyalakan kembali dengan cepat, panel pemutaran sempat muncul di layar kunci, tetapi tak lama kemudian menghilang sepenuhnya.

Bukan hanya tombol putar yang tidak berfungsi. YouTube juga menghapus seluruh panel pemutaran dari layar kunci, sehingga pengguna tidak memiliki kontrol apa pun untuk melanjutkan video.

Pengalaman serupa terjadi saat mengakses YouTube melalui Safari di iOS. Pemutaran dijeda, lalu kontrol pemutaran menghilang. Sebagai perbandingan, penggunaan Samsung Internet dengan akun YouTube Premium tetap menampilkan panel pemutaran di layar kunci dan memungkinkan video dilanjutkan meski layar mati.

Hal tersebut mengindikasikan adanya pemeriksaan latar belakang untuk memastikan status langganan akun, serupa dengan perilaku aplikasi YouTube resmi.

Brave Masih Bisa, tetapi Tidak Konsisten

Meski demikian, masih ada sedikit harapan. Setidaknya satu pengguna Brave mengeklaim pemutaran latar belakang kembali berfungsi di browser tersebut. Dalam pengujian di Pixel 10, hasilnya tidak konsisten.

Beberapa video berhasil diputar dengan layar mati, sementara yang lain berhenti setelah beberapa detik tanpa pola yang jelas. Ada juga video yang gagal total. Kondisi ini menunjukkan metode yang digunakan browser tertentu kemungkinan masih lolos sementara, tetapi tidak dapat diandalkan.

Hasil yang berbeda-beda ini memperkuat dugaan YouTube tengah menerapkan pembatasan secara bertahap, bukan pemblokiran instan untuk semua pengguna.

Langkah Disengaja, Bukan Bug

YouTube akhirnya memberikan klarifikasi resmi. Dalam pernyataan yang dibagikan juru bicara YouTube kepada GSMArena dan Android Authority, perusahaan menegaskan pemutaran latar belakang memang dirancang sebagai fitur eksklusif bagi pelanggan YouTube Premium.

“Pemutaran latar belakang adalah fitur yang dimaksudkan untuk eksklusif bagi anggota YouTube Premium. Sementara beberapa pengguna nonpremium sebelumnya dapat mengaksesnya melalui browser web seluler dalam skenario tertentu, kami telah memperbarui pengalaman ini untuk memastikan konsistensi di semua platform kami,” ujar YouTube.

Pernyataan ini menegaskan pemblokiran bukan kesalahan teknis, melainkan kebijakan yang disengaja.

Bagian dari Perang Google Lawan Celah Premium

Langkah ini bukan kejutan besar. Dalam beberapa tahun terakhir, Google sebagai induk YouTube, semakin agresif menutup celah yang memungkinkan pengguna menikmati fitur premium tanpa berlangganan.

Upaya ini mencakup pengetatan terhadap pemblokir iklan, aplikasi YouTube tidak resmi, hingga celah pemutaran latar belakang. Pada akhir Januari lalu, YouTube mulai menampilkan pesan kesalahan “konten ini tidak tersedia” sebagai bagian dari perang melawan pemblokir iklan. Kini, giliran celah pemutaran latar belakang di browser seluler yang ditutup.

Sebelumnya, pengguna cukup membuka YouTube lewat browser alternatif, seperti Samsung Internet atau Brave, memutar video, lalu meminimalkan browser atau mematikan layar. Cara tersebut kini tidak lagi dapat diandalkan.

Celah Akan Ditutup Total

Meski masih ada laporan pemutaran latar belakang sesekali berfungsi di browser tertentu, kecil kemungkinan kondisi ini akan bertahan lama. Mengingat Google secara terbuka mengakui dan membenarkan kebijakan tersebut, celah yang tersisa hampir pasti akan ditutup sepenuhnya.

Bagi pengguna yang mengandalkan YouTube sebagai pemutar musik atau podcast di latar belakang, satu-satunya solusi resmi ke depan adalah berlangganan YouTube Premium. Dengan pengetatan yang semakin konsisten di seluruh platform, era menikmati fitur premium secara gratis melalui browser tampaknya benar-benar mendekati akhir.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan