SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Seleb Grammy Awards 2026 Berubah Jadi Mimbar Protes, Musisi Dunia Kompak Tolak Kebijakan Imigrasi AS

Grammy Awards 2026 Berubah Jadi Mimbar Protes, Musisi Dunia Kompak Tolak Kebijakan Imigrasi AS

Billie Eilish kenakan pin ICE Out dalam ajang Grammy Awards 2026. (AP/Jordan Strauss)

Suara Kalbar – Ajang Grammy Awards 2026 atau Grammy Awards ke-68 yang digelar di Crypto.com Arena, Los Angeles, pada Minggu (1/2/2026) waktu setempat, tidak hanya menjadi malam penghargaan musik paling bergengsi di dunia.

Acara ini juga menjelma menjadi panggung pernyataan politik terbuka, ketika puluhan musisi dan selebriti dunia secara kompak menyuarakan penolakan terhadap kebijakan imigrasi pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Sorotan publik tertuju pada pin bertuliskan “ICE Out” yang dikenakan para artis di karpet merah hingga ke dalam panggung utama. Aksi ini menjadi simbol perlawanan terhadap Immigration and Customs Enforcement (ICE), lembaga penegakan imigrasi federal AS yang tengah menuai kritik keras.

Tidak berhenti sebagai simbol visual, protes tersebut disuarakan secara langsung melalui pidato penerimaan penghargaan. Penyanyi Billie Eilish secara terang-terangan melontarkan kritik tajam terhadap ICE, sementara Bad Bunny membuka pidatonya dengan seruan singkat tetapi lantang “ICE Out”.

Momen-momen ini menjadikan Grammy Awards 2026 sebagai salah satu ajang penghargaan musik paling politis dalam sejarah modern.

Awal Gerakan ICE Out

Gelombang protes terhadap ICE mencuat setelah terjadinya dua insiden penembakan fatal di Minneapolis, Minnesota, pada Januari 2026. Dua warga sipil AS, Renee Nicole Good, seorang ibu tiga anak, dan Alex Pretti, perawat unit perawatan intensif, tewas dalam operasi penegakan imigrasi yang melibatkan agen federal ICE dan Border Patrol. Keduanya berusia 37 tahun.

Kematian dua warga sipil tersebut memicu kemarahan publik secara luas dan melahirkan gelombang demonstrasi di berbagai kota di Amerika Serikat. Masyarakat menuntut transparansi, pertanggungjawaban, serta penghentian praktik penegakan imigrasi yang dinilai brutal dan berlebihan.

Insiden ini terjadi dalam konteks Operation Metro Surge, sebuah operasi besar-besaran yang diluncurkan Presiden Donald Trump dengan mengerahkan lebih dari 3.000 agen ICE ke negara bagian Minnesota.

Program deportasi massal tersebut segera memicu kontroversi nasional dan memperdalam polarisasi politik di tengah masyarakat Amerika.

Dukungan Selebritas dan Meluasnya Aksi Protes

Seiring meningkatnya tekanan publik, kelompok pendukung anti-ICE mengintensifkan kampanye mereka untuk memangkas pendanaan lembaga tersebut serta menuntut reformasi kebijakan imigrasi. Sejumlah figur publik dengan basis penggemar global memilih untuk tidak tinggal diam.

Musisi seperti Billie Eilish, Ariana Grande, dan sejumlah artis lainnya memanfaatkan platform mereka untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap isu ini. Pin “ICE Out” mulai bermunculan di berbagai ajang besar musim penghargaan, termasuk Golden Globes dan Festival Film Sundance pada Januari 2026.

Namun, kemunculan simbol tersebut di Grammy Awards 2026 dinilai sebagai yang paling masif dan terorganisir, menunjukkan eskalasi signifikan dalam gerakan aktivisme selebriti.

Daftar Artis yang Mengenakan Pin ICE Out di Grammy Awards 2026

Berdasarkan laporan sejumlah media internasional, setidaknya 21 musisi dan figur industri musik terlihat mengenakan pin “ICE Out” di karpet merah Grammy Awards 2026. Berikut ini daftar lengkap artis yang terlibat dalam aksi tersebut:

Justin Bieber, Hailey Bieber, Billie Eilish, Finneas O’Connell, Kehlani, Samara Joy, Amy Allen, Robert Glasper, Rhiannon Giddens, Jim-E Stack, Kamal Wilson, Helen J Shen, Jason Isbell, Margo Price, Justin Vernon (Bon Iver), Alan Pierson, Paul Melnikow, Meg Pickarski, Curtis Stewart, Kevin Csolak, dan Jordan Tyson.

Kehadiran nama-nama besar dari berbagai genre musik memperkuat pesan bahwa penolakan terhadap kebijakan imigrasi ini bukan suara segelintir individu, melainkan solidaritas lintas komunitas kreatif.

Grammy Awards 2026 dan Babak Baru Aktivisme Selebritas

Grammy Awards 2026 kemungkinan besar akan dikenang bukan hanya sebagai malam penganugerahan prestasi musik, tetapi juga sebagai tonggak penting dalam sejarah aktivisme selebritas global.

Lebih dari 20 artis secara terbuka menyuarakan kritik terhadap kebijakan negara, menegaskan industri musik memiliki posisi moral dan politik yang tidak dapat diabaikan.

Pin kecil bertuliskan ICE Out menjadi simbol kuat seni dan politik kerap berjalan beriringan. Bagi para musisi, panggung Grammy bukan sekadar tempat merayakan karya, tetapi juga ruang untuk menyuarakan kepedulian terhadap isu kemanusiaan dan keadilan sosial.

Di tengah perdebatan yang masih berlangsung mengenai kebijakan imigrasi di Amerika Serikat, aksi yang terjadi di Grammy Awards 2026 diperkirakan akan terus bergema. Gerakan ini tidak hanya memengaruhi percakapan publik, tetapi juga berpotensi memberi tekanan nyata terhadap arah kebijakan di masa mendatang.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan