SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Lifestyle Mengapa Kita Sering Mondar-mandir Saat Menelepon? Ini Penjelasan Psikolog

Mengapa Kita Sering Mondar-mandir Saat Menelepon? Ini Penjelasan Psikolog

Suara Kalbar – Pernahkah Anda menyadari sering berjalan berkeliling atau mondar-mandir saat sedang asyik mengobrol di telepon? Menurut para psikolog, tindakan yang tampaknya tidak disadari ini sebenarnya membantu otak mengisi kekosongan visual, meningkatkan kreativitas, hingga mengurangi stres.

Sebuah survei oleh American Academy of Orthopedic Surgeons (AAOS) mengungkapkan bahwa ini adalah kebiasaan yang sangat umum. Sebanyak 90% responden mengaku pernah melihat orang lain berjalan sambil menelepon, dan 37% di antaranya sering melakukannya sendiri.

Berikut adalah tiga alasan utama di balik fenomena unik tersebut berdasarkan fungsi otak manusia:

1. Mengisi Kekosongan Sinyal Nonverbal

Dalam komunikasi tatap muka, otak menerima aliran informasi terus-menerus dari bahasa tubuh, kontak mata, dan ekspresi wajah. Psikolog Dr Ken Fogel dari Universitas Chicago menjelaskan bahwa saat menelepon, sinyal nonverbal tersebut menghilang.

Akibatnya, otak harus bekerja lebih keras untuk “memvisualisasikan” emosi lawan bicara di ujung telepon. Untuk membantu proses ini, otak mengaktifkan gerakan tubuh, seperti berjalan atau menggerakkan tangan sebagai kompensasi atas kurangnya stimulasi visual dan guna menjaga fokus.

2. Memicu Kreativitas dan Ketajaman Berpikir

Banyak orang merasa dapat berpikir lebih jernih saat bergerak. Hal ini dibuktikan oleh studi Universitas Stanford pada 2014, yang menunjukkan bahwa berjalan mampu meningkatkan kemampuan berpikir kreatif rata-rata sebesar 60% dibandingkan hanya duduk diam.

Saat percakapan menjadi kompleks, otak cenderung “mengerahkan” otot untuk terlibat. Energi dari aktivitas fisik ini membantu merangsang area otak yang bertanggung jawab atas proses berpikir dan berbahasa agar berfungsi lebih efektif.

3. Pelepasan Emosi dan Adrenalin

Gerakan juga merupakan respons biologis terhadap rangsangan emosional. Saat menerima panggilan yang memicu kecemasan atau kegembiraan, tubuh memproduksi adrenalin yang mengaktifkan respons naluriah “melawan atau lari” (fight or flight).

Karena kita tidak mungkin “melawan” telepon, tubuh mengubah energi berlebih tersebut menjadi gerakan jalan kaki. Profesor Carolyn Y. Wei dari Universitas Washington menambahkan bahwa gerakan tangan atau isyarat saat berbicara di telepon sangat bermanfaat bagi pembicara untuk menyusun pikiran dan membebaskan ruang mental.

Kebiasaan ini dianggap sebagai bentuk termogenesis non-olahraga (NEAT). Bagi pekerja kantoran, menelepon sambil berjalan adalah kesempatan emas untuk membakar kalori dan mengurangi dampak negatif duduk terlalu lama.

Namun, Anda perlu tetap waspada. Terlalu fokus pada percakapan dapat mengurangi kesadaran terhadap lingkungan sekitar (distracted walking). Demi keselamatan, pastikan Anda hanya melakukan kebiasaan ini di tempat yang aman dan datar. Hindari melakukannya di dekat tangga, trotoar yang ramai, atau area lalu lintas yang padat.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan