SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Nasional Bareskrim Telusuri Dugaan Saham Gorengan Usai IHSG Anjlok

Bareskrim Telusuri Dugaan Saham Gorengan Usai IHSG Anjlok

Pegawai mengamati data pergerakan saham di kantor BRI Danareksa Sekuritas di Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

Jakarta (Suara Kalbar)- Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri memastikan akan mendalami indikasi tindak pidana terkait praktik saham gorengan menyusul anjloknya indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Polisi Ade Safri Simanjuntak, mengatakan penyelidikan akan dilakukan sebagai bagian dari upaya penegakan hukum di sektor pasar modal.

“Pasti (akan mendalami). Saat ini pun penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri sedang melakukan penyelidikan dan penyidikan atas beberapa perkara serupa,” kata Ade Safri di Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Ia menjelaskan, Dittipideksus sebelumnya juga telah menangani kasus serupa. Salah satunya adalah perkara yang menjerat Direktur PT Multi Makmur Lemindo, Junaedi, serta mantan Kanit Evaluasi dan Pemantauan Perusahaan Tercatat 2 Divisi PP1 PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Mugi Bayu.

Menurut Ade Safri, perkara tersebut telah berkekuatan hukum tetap (inkrah). Keduanya terbukti melanggar ketentuan Pasal 104 juncto Pasal 90 huruf c Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Putusannya masing-masing pidana penjara 1 tahun 4 bulan dan denda Rp 2 miliar,” ujarnya.

Sebelumnya, IHSG BEI pada Rabu (28/1.2026) ditutup melemah tajam seiring reaksi emosional dan aksi panic selling pelaku pasar setelah pengumuman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait proses review dan rebalancing saham-saham Indonesia.

IHSG ditutup merosot 659,67 poin atau 7,35% ke level 8.320,55. Tekanan juga terjadi pada kelompok 45 saham unggulan, tercermin dari penurunan indeks LQ45.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan IHSG dipicu penilaian MSCI terkait isu transparansi pasar saham Indonesia serta rendahnya tingkat free float pada sejumlah emiten. Penilaian tersebut dinilai membuka perhatian terhadap potensi praktik manipulasi harga saham.

“Ini hanya syok sesaat. Jadi pasti perusahaan-perusahaan itu akan bisa memenuhi syarat MSCI dan akan bisa masuk ke indeksnya MSCI maupun ya saham yang boleh diinvestasi oleh perusahaan-perusahaan asing global,” ujar Purbaya.

Pada perdagangan Jumat sore, IHSG kembali menunjukkan pemulihan di tengah pelemahan bursa saham kawasan Asia. Indeks ditutup menguat 97,41 poin atau 1,18% ke posisi 8.329,61.

Sementara itu, indeks LQ45 melonjak 20,52 poin atau 2,52 persen ke level 833,53.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan