SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Dunia Ancaman Global Meningkat, Indonesia–Australia Perkuat Kerja Sama Keamanan

Ancaman Global Meningkat, Indonesia–Australia Perkuat Kerja Sama Keamanan

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago (kanan) dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Australia Tony Burke MP (kiri) menegaskan komitmen Indonesia dan Australia untuk memperkuat kerja sama keamanan di tengah meningkatnya ancaman global. Kesepakatan tersebut dibahas dalam Pertemuan ke-11 Australia-Indonesia Ministerial Council Meeting on Law and Security (MCM) yang digelar di Kedutaan Besar Australia, Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026. (Istimewa)

Suara Kalbar – Indonesia dan Australia menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama keamanan di tengah meningkatnya ancaman global. Kesepakatan tersebut dibahas dalam Pertemuan ke-11 Australia-Indonesia Ministerial Council Meeting on Law and Security (MCM) yang digelar di Kedutaan Besar Australia, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Pertemuan tingkat menteri ini dipimpin bersama oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Australia Tony Burke MP. Keduanya membahas sejumlah isu keamanan prioritas yang berdampak langsung pada stabilitas kawasan.

Topik yang menjadi perhatian utama mencakup keamanan domestik dan regional, kontraterorisme, keamanan maritim, migrasi ilegal, keamanan siber dan perlindungan infrastruktur kritikal, serta kejahatan transnasional, termasuk peredaran gelap narkoba.

Menko Polkam Djamari Chaniago menegaskan, kerja sama keamanan Indonesia-Australia memiliki nilai strategis yang melampaui kepentingan bilateral. Menurutnya, kolaborasi kedua negara berkontribusi besar terhadap stabilitas dan keamanan regional.

“Kerja sama ini merupakan kepentingan bersama Indonesia dan Australia, sekaligus berpengaruh terhadap stabilitas kawasan. Oleh karena itu, penguatan kerja sama harus terus ditingkatkan,” ujar Djamari.

Ia juga menekankan komitmen kedua negara dalam menangani isu-isu krusial, mulai dari keselamatan pelayaran, penangkapan ikan ilegal, penyelundupan manusia dan narkoba, hingga berbagai bentuk pelanggaran di ruang siber. Pertemuan MCM berikutnya direncanakan digelar di Indonesia.

Sementara itu, Mendagri Australia Tony Burke MP menyatakan dinamika dan kompleksitas ancaman global menuntut kedua negara untuk terus memperdalam kerja sama keamanan secara konkret dan berkelanjutan. “Apa yang telah kita lakukan sejauh ini sudah baik, tetapi belum cukup. Diperlukan langkah-langkah lebih lanjut untuk memastikan keamanan masyarakat di kedua negara,” tegas Tony Burke.

Pertemuan ini ditutup dengan adopsi joint communique yang merangkum hasil pembahasan serta langkah tindak lanjut guna memperkuat kerja sama keamanan Indonesia-Australia ke depan.

Delegasi Indonesia dihadiri sejumlah pejabat lintas kementerian dan lembaga, antara lain Sekretaris Kemenko Polkam Letjen TNI Mochammad Hasan, Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri Kemenko Polkam Dubes Mohammad K Koba, serta perwakilan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakata, Kementerian Komunikasi dan Digital, KPPPA, KKP, Polri, BIN, BSSN, BNN, BNPT, Bakamla, PPATK, LPSK, dan KBRI Canberra.

Sementara delegasi Australia dipimpin oleh Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier, serta diikuti Acting Head of National Security Ciara Spencer dan perwakilan dari Australian Border Force (ABF), Australian Federal Police (AFP), dan instansi terkait lainnya.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan