KONI Kalbar Bidik PON 2032, PB ABTI Nilai Kalbar Sudah Siap
Pontianak (Suara Kalbar) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Barat berencana mengusulkan Kalimantan Barat sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2032 mendatang. Optimisme tersebut disampaikan Ketua KONI Kalbar periode 2025–2029, Daud Yordan, yang baru saja dilantik.
Daud Yordan menegaskan bahwa peluang Kalimantan Barat menjadi tuan rumah PON terbuka lebar, asalkan mendapat dukungan penuh dari seluruh elemen, baik pemerintah maupun masyarakat.
“Saya kira dengan dukungan pemerintah tidak ada yang tidak mungkin. Oleh sebab itu saya mengharapkan dukungan dari seluruh masyarakat Kalimantan Barat dan dukungan dari pemerintah supaya cita-cita kita bisa terwujud,” ujar Daud.
Menurutnya, penyelenggaraan PON tidak hanya menjadi ajang olahraga semata, tetapi juga momentum strategis untuk mendorong pembangunan daerah, meningkatkan prestasi atlet, serta menggerakkan perekonomian lokal.
Dukungan terhadap rencana tersebut juga datang dari Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan. Ia menyatakan kesiapan Kalbar apabila dipercaya menjadi tuan rumah ajang olahraga terbesar di Indonesia tersebut.
“Kita siap. Kalau memang itu bisa kita lakukan, kenapa tidak dilakukan. Ini tentu akan membuat Kalimantan Baratamai di Kalimantan Barat. Hotel kita siap, ada Four Points yang baru, ada Novotel. Jadi kita sudah tidak ada masalah untuk PON,” kata Ria Norsan.
Sementara itu, Ketua Pengurus Besar Asosiasi Bola Tangan Indonesia (PB ABTI), Zulfydar Zaidar Mochtar, menyatakan dukungan penuh atas gagasan yang diusulkan Ketua KONI Kalbar dan didukung oleh Gubernur Kalbar.
“Saya mendukung penuh jika memang pelaksanaan PON yang diusulkan Ketua KONI, apalagi yang didukung Gubernur, dapat tercapai. Contoh Aceh, kita anggap awalnya tidak siap, tapi disiap-siapkan dan akhirnya siap. Kalbar juga bisa,” ujarnya.
Zulfydar menilai Kalimantan Barat telah memiliki sarana dan prasarana olahraga yang memadai. Menurutnya, berbagai fasilitas olahraga, mulai dari gedung olahraga, lapangan sepak bola, hingga venue cabang olahraga khusus, sudah tersedia.
“Mau bicara gedung olahraga ada, lapangan sepak bola ada, lapangan menembak, bola tangan, futsal, beach, pasir, semua tersedia. Maka yang harus kita siapkan sekarang adalah bagaimana mengendorse seluruh kekuatan yang ada,” jelasnya.
Ia pun optimistis dengan kepemimpinan Daud Yordan, manajemen KONI Kalbar ke depan mampu membentuk tim yang solid untuk meyakinkan KONI Pusat agar Kalimantan Barat ditetapkan sebagai tuan rumah PON 2032.
“Saya yakin manajemen yang disampaikan nanti oleh Pak Daud Yordan mampu membentuk tim yang kuat untuk meyakinkan KONI Pusat,” pungkasnya.
Penulis: Fajar Bahari






