SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Pontianak Sekda Kalbar Buka Gelar Kapasitas Daerah dan Pameran Kearsipan HUT ke-69 Pemprov

Sekda Kalbar Buka Gelar Kapasitas Daerah dan Pameran Kearsipan HUT ke-69 Pemprov

Sekda Kalbar Buka Gelar Kapasitas Daerah dan Pameran Kearsipan HUT ke-69 Pemprov. SUARAKALBAR.CO.ID/Istimewa

Pontianak (Suara Kalbar)– Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat (Sekda Kalbar), dr. Harisson secara resmi membuka Gelar Kapasitas Daerah dan Pameran Kearsipan yang diikuti seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Barat, dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-69 Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di Galeri dan Depot Arsip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalbar, Selasa (27/1/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Barat ini menjadi wadah untuk menampilkan capaian pembangunan daerah, potensi unggulan, serta memperkuat budaya sadar arsip kepada masyarakat secara terbuka dan partisipatif.

Usai membuka kegiatan, Sekda Kalbar bersama para kepala perangkat daerah meninjau satu per satu stand pameran, termasuk melihat langsung dokumentasi foto dan arsip sejarah yang ditampilkan oleh masing-masing kabupaten/kota.

Dalam sambutannya, Sekda Kalbar menyampaikan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi perjalanan pembangunan daerah sekaligus penguatan komitmen peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Peringatan Hari Ulang Tahun Pemerintah Provinsi Kalbar bukan hanya agenda seremonial, tetapi menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang pembangunan daerah, sekaligus penguatan komitmen kita bersama untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sekda menambahkan, Gelar Kapasitas Daerah merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor.

“Gelar Kapasitas Daerah ini merupakan bentuk komitmen kami untuk menampilkan potensi dan kapasitas daerah, sekaligus mendekatkan hasil-hasil pembangunan kepada masyarakat secara terbuka, transparan, dan partisipatif,” tambahnya.

Ia menilai kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga ruang pembelajaran dan berbagi praktik baik.

“Kegiatan ini memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat. Inilah cerminan pembangunan yang inklusif, di mana semua pihak diberi ruang untuk berkontribusi,” tegasnya.

Sekda Kalbar juga menekankan bahwa ragam pameran yang ditampilkan mencerminkan pembangunan Kalimantan Barat yang berimbang.

“Mulai dari hortikultura, hasil hutan bukan kayu, UMKM, fotografi, hingga kearsipan, semuanya menunjukkan bahwa pembangunan Kalbar tidak hanya berfokus pada ekonomi, tetapi juga lingkungan, budaya, kreativitas masyarakat, serta tata kelola pemerintahan yang akuntabel,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Sekda Kalbar menyampaikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah dan pihak yang terlibat.

“Saya mengapresiasi seluruh kepala perangkat daerah beserta jajaran atas partisipasi dan dedikasinya. Sinergi yang telah terbangun ini harus terus dijaga dan ditingkatkan demi pencapaian tujuan bersama,” ucapnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

“Semoga Gelar Kapasitas Daerah ini menjadi sumber inspirasi dan edukasi, serta menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap Provinsi Kalimantan Barat,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalbar, Frans Zeno, S.STP., menjelaskan bahwa Pameran Kearsipan menyajikan rekam jejak perjalanan Kalimantan Barat dari masa ke masa.

“Pameran ini menampilkan arsip sejak periode sebelum terbentuknya Provinsi Kalimantan Barat, proses pembentukan pemerintahan provinsi, hingga perkembangan Kalimantan Barat sebagai daerah otonom,” ungkapnya.

Ia menambahkan, arsip-arsip terpilih tersebut menggambarkan dinamika pembangunan infrastruktur, kehidupan sosial, serta budaya masyarakat Kalbar.

“Keseluruhan arsip ini menjadi cermin perjalanan sejarah, pembangunan, dan identitas Kalimantan Barat sebagai bagian penting dari Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tambahnya.

Pameran Kearsipan ini melibatkan Lembaga Kearsipan Daerah (LKD) kabupaten/kota se-Kalimantan Barat yang menampilkan arsip unggulan dari masing-masing daerah.

“Partisipasi LKD kabupaten/kota memperkaya narasi pameran dengan perspektif lokal dan menunjukkan bahwa setiap daerah memiliki peran penting dalam sejarah dan pembangunan Kalbar,” jelasnya.

Pameran Kearsipan dilaksanakan selama tujuh hari, mulai 27 Januari hingga 2 Februari 2026, dengan rangkaian kegiatan edukatif dan partisipatif, di antaranya sharing session tentang sadar arsip dan peran strategis arsip, serta sesi khusus mengenai pentingnya arsip foto melalui kolaborasi dengan Asosiasi Profesi Fotografi Indonesia (APFI).

Komentar
Bagikan:

Iklan