Nitrous Oxide Viral, Aman untuk Whipped Cream tapi Berbahaya Jika Disalahgunakan
Suara Kalbar – Nitrous oxide kembali menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial sebagai gas yang digunakan dalam pembuatan whipped cream.
Banyak warganet baru menyadari gas yang umum ditemukan dalam tabung kecil whipped cream charger ini juga dikenal sebagai gas tertawa yang digunakan di dunia medis.
Di balik fungsi sah dan manfaatnya, nitrous oxide menyimpan risiko kesehatan serius jika digunakan tidak sesuai peruntukannya. Fenomena viral ini memicu pertanyaan penting di masyarakat, apakah nitrous oxide benar-benar aman atau justru berbahaya bagi tubuh manusia.
Apa Itu Nitrous Oxide?
Dilansir dari laman Better Health, nitrous oxide (N₂O) merupakan gas tidak berwarna dengan aroma sedikit manis yang telah dimanfaatkan lebih dari satu abad di berbagai bidang.
Dalam dunia medis, nitrous oxide berperan sebagai anestesi ringan untuk meredakan nyeri dan kecemasan pasien, khususnya pada tindakan kedokteran gigi dan prosedur tertentu.
Pada industri makanan, nitrous oxide digunakan sebagai propelan dalam pembuatan whipped cream dan dessert modern. Gas ini memiliki kemampuan melarutkan lemak secara optimal sehingga menghasilkan tekstur krim yang lembut, stabil, dan konsisten.
Alasan Nitrous Oxide Dinilai Aman di Medis dan Kuliner
Nitrous oxide tergolong senyawa dengan tingkat keamanan tinggi selama digunakan sesuai standar. Gas ini tidak mudah terbakar, tidak bersifat iritatif terhadap jaringan, serta dapat dikeluarkan dengan cepat dari tubuh melalui sistem pernapasan.
Dalam praktik medis, nitrous oxide selalu diberikan bersama oksigen untuk menjaga keamanan pernapasan pasien. Sementara di industri kuliner, gas ini hanya berfungsi sebagai pembentuk tekstur whipped cream dan tidak dikonsumsi secara langsung.
Kombinasi karakteristik tersebut menjadikan nitrous oxide dilegalkan dan digunakan secara luas di berbagai negara untuk keperluan profesional.
Risiko Kesehatan Akibat Penyalahgunaan Nitrous Oxide
Masalah muncul ketika nitrous oxide digunakan di luar fungsi aslinya, terutama saat dihirup langsung dari tabung tanpa pengawasan medis. Berbagai lembaga kesehatan internasional menyoroti dampak serius penyalahgunaan gas ini terhadap tubuh.
- Kekurangan oksigen (hipoksia)
Nitrous oxide dapat menggantikan oksigen di paru-paru. Jika dihirup berlebihan, kondisi hipoksia dapat terjadi dan memicu pusing, kehilangan kesadaran, hingga kerusakan organ vital.
- Gangguan sistem saraf
Paparan berulang nitrous oxide dapat mengganggu metabolisme vitamin B12, nutrisi penting bagi sistem saraf. Dampaknya meliputi kesemutan, mati rasa, gangguan koordinasi, hingga kerusakan saraf permanen.
- Cedera akibat suhu ekstrem
Gas nitrous oxide keluar dari tabung dalam suhu sangat rendah. Menghirupnya secara langsung berisiko menyebabkan luka bakar dingin (frostbite) pada bibir, mulut, dan saluran pernapasan.
- Dampak jangka panjang
Penggunaan kronis nitrous oxide dikaitkan dengan gangguan memori, anemia, penurunan sistem imun, serta masalah neurologis jangka panjang. Kondisi ini menjadikan penyalahgunaan nitrous oxide sebagai isu kesehatan masyarakat, bukan sekadar tren sementara.
Perbedaan Penggunaan Aman dan Berbahaya
Risiko nitrous oxide tidak terletak pada zatnya, melainkan pada cara penggunaannya. Gas ini relatif aman jika digunakan oleh tenaga medis profesional sesuai protokol, diterapkan mengikuti standar industri makanan, serta tidak dihirup secara langsung.
Sebaliknya, penggunaan tanpa campuran oksigen, menghirup langsung dari tabung, atau pemakaian berulang tanpa pengawasan dapat menimbulkan bahaya serius.
Pemahaman konteks penggunaan menjadi kunci agar masyarakat tidak serta-merta menganggap nitrous oxide sebagai zat berbahaya, tetapi tetap waspada terhadap risikonya.
Fenomena Whip Pink dan Tren Viral
Istilah whip pink merujuk pada tabung nitrous oxide berwarna pink yang banyak digunakan di kafe dan rumah tangga untuk membuat whipped cream. Di media sosial, produk ini menjadi viral setelah muncul konten yang menampilkan efek “nge-fly” atau sensasi euforia akibat menghirup gasnya, terutama di kalangan anak muda.
Padahal, tabung tersebut dirancang khusus untuk penggunaan kuliner melalui whipped cream dispenser. Dalam penggunaan yang benar, gas N₂O menguap ke dalam krim, bukan masuk ke saluran pernapasan pengguna.
Pakar kesehatan menegaskan nitrous oxide bukan narkotika. Namun, penyalahgunaan tanpa oksigen atau alat yang tepat dapat menimbulkan efek mirip inhalan berbahaya, sebagaimana tercatat dalam berbagai laporan medis.
Di tengah maraknya tren viral yang melibatkan nitrous oxide, edukasi publik menjadi kunci utama untuk mencegah kesalahpahaman dan praktik berisiko. Nitrous oxide memiliki manfaat yang jelas dan legal di dunia medis serta industri makanan, termasuk sebagai bahan pembuat whipped cream.
Tanpa pemahaman berbasis sains, penggunaan di luar peruntukan dapat berubah menjadi ancaman kesehatan. Masyarakat perlu dibekali informasi akurat mengenai fungsi, batas aman, serta risiko nitrous oxide agar tidak terjebak tren sesaat yang membahayakan.
Dengan edukasi yang tepat, pemanfaatan nitrous oxide dapat tetap berlangsung secara aman, bertanggung jawab, dan sesuai regulasi.
Sumber: Beritasatu.com
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






