Bulog Kalbar Pastikan Stok Aman dan Harga Pangan Stabil Sepanjang 2026
Pontianak (Suara Kalbar) – Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Barat menegaskan komitmennya dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan pokok di Kalbar sepanjang tahun 2026. Kepastian tersebut disampaikan Kepala Kanwil Perum Bulog Kalbar, Rasiwan, usai kegiatan evaluasi program kerja tahun 2025 dan penyusunan rencana kerja 2026 yang digelar di Ibiz Hotel Pontianak pada Kamis (22/01/2026).
Rasiwan menyebutkan, keberhasilan Bulog Kalbar menyelesaikan target penyerapan gabah dan beras pada 2025 menjadi bekal penting untuk meningkatkan kinerja di tahun berikutnya. Capaian tersebut juga mendapat respons positif dari masyarakat, yang menjadi dorongan bagi Bulog untuk terus menjaga keterjangkauan harga pangan pokok.
“Target penyerapan tahun 2025 alhamdulillah bisa kami selesaikan. Ini menjadi motivasi untuk terus menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas harga pangan di Kalbar,” ujarnya.
Memasuki 2026, Bulog Kalbar menargetkan peningkatan penyerapan gabah setara beras. Secara nasional, target penyerapan naik dari 3 juta ton menjadi 4 juta ton setara beras. Sementara untuk Kalbar, target penyerapan meningkat dari 3.900 ton pada 2025 menjadi 5.100 ton pada 2026.
Target tersebut akan dibagi ke lima kantor cabang Bulog di Kalbar. Dalam pelaksanaannya, Bulog akan kembali menggandeng Dinas Pertanian serta TNI, termasuk peran Babinsa, sebagaimana kolaborasi yang telah berjalan baik pada tahun sebelumnya.
“Dengan pengalaman tahun lalu, kami optimistis penyerapan gabah dan beras di 2026 dapat berjalan lebih baik,” kata Rasiwan.
Terkait kesiapan menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Imlek, Ramadan, dan Idulfitri, Bulog Kalbar memastikan kondisi stok pangan aman. Saat ini, stok beras Bulog di Kalbar tercatat sekitar 14 ribu ton, yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga triwulan pertama 2026.
Selain itu, Bulog Kalbar juga telah melakukan perhitungan kebutuhan pangan tahunan. Dari hasil analisis tersebut, masih diperlukan tambahan sekitar 25 ribu ton beras yang akan diajukan ke kantor pusat dan direncanakan realisasinya pada semester kedua 2026.
Untuk penyaluran bantuan pangan, Rasiwan mengungkapkan masih terdapat sekitar 1,3 persen yang belum tersalurkan. Bulog menargetkan sisa bantuan tersebut dapat diselesaikan dalam waktu dua hari ke depan, dengan fokus pada wilayah yang selama ini terkendala akses.
“Kendala utama memang jarak yang cukup ekstrem, ada daerah yang membutuhkan waktu pengiriman hingga empat hari, ditambah faktor teknis seperti kapal rusak. Namun saat ini sudah teratasi dan kami optimistis bisa tuntas dalam dua hari,” jelasnya.
Rasiwan juga memastikan harga beras premium di Kalbar tetap stabil. Bulog telah menyiapkan stok beras premium dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.400 per kilogram sebagai langkah menjaga keseimbangan pasar.
“Beras premium kami siapkan sebagai penyeimbang pasar agar harga tetap terkendali di tingkat konsumen,” pungkasnya.
Penulis: Meriyanti





