SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Lifestyle Film Kuyank Angkat Legenda Urban Kalimantan, Tayang di Bioskop Mulai 29 Januari 2026

Film Kuyank Angkat Legenda Urban Kalimantan, Tayang di Bioskop Mulai 29 Januari 2026

Salah satu adegan di film Kuyank. (istimewa/istimewa)

Suara Kalbar – Film Kuyank yang memadukan unsur drama emosional dan horor kultural yang sarat nuansa lokal Kalimantan menjadi salah satu karya paling dinanti di awal 2026.

Dibintangi oleh Rio Dewanto bersama aktor senior Barry Prima serta para talenta lokal, film ini secara resmi dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 29 Januari 2026 mendatang.

Kuyank bukan sekadar film horor biasa merupakan jendela budaya yang memperkenalkan legenda urban Kalimantan lewat lensa sinema modern yang kuat, emosional, dan menegangkan.

Disutradarai oleh Johansyah Jumberan, film Kuyank mengangkat kisah yang berpadu antara cinta, tekanan sosial, dan ancaman gaib dari cerita rakyat Kalimantan. Film ini menyajikan dialog sekitar 50% menggunakan Bahasa Banjar dan menampilkan budaya lokal secara utuh.

“Yang kami angkat dalam film Kuyank ini adalah folklore sebagai akar, tetapi emosinya universal. Kuyank bicara tentang cinta dan tekanan, tentang keluarga, dan tentang batas yang kalau dilampaui bisa mengubah segalanya,” ujar Johansyah Jumberan sebagai sutradaranya saat berbincang dengan media di Jakarta, Sabtu (24/1/2026).

Produser Victor G Pramusinto menambahkan, film yang dibuatnya ini bukan hanya akan menampilkan sisi horor tetapi juga sisi budaya dan adat istiadat yang ada di Kalimantan yang selama ini jarang diketahui masyarakat.

“Di Kuyank teror tidak datang mendadak. Ia tumbuh dari cinta yang ditekan, dari keputusan yang makin sempit, sampai akhirnya berubah menjadi kutukan. Kami ingin penonton peduli dulu pada manusianya, karena dari situlah rasa takutnya terasa nyata,” tambahnya.

Sementara itu, aktor Rio Dewanto yang berperan sebagai Badri mengaku puas dengan hasil aktingnya di film ini, terlebih dirinya banyak memperoleh ilmu tentang adat dan budaya masyarakat Kalimantan termasuk sisi mistis yang berkembang di pulau tersebut.

“Yang menjadi tantangan saat memerankan tokoh Badri ini adalah soal bahasa dan dialek. Untungnya saya punya waktu yang cukup lama untuk berproses. Saya merasa banyak dapat pelajaran usai main dalam film Kuyank ini,” tukasnya.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan