SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Lifestyle Sapi di Austria Tunjukkan Kemampuan Menggunakan Alat, Ilmuwan Terkejut

Sapi di Austria Tunjukkan Kemampuan Menggunakan Alat, Ilmuwan Terkejut

Sapi Veronika. (Istimewa/Antonio J Osuna Mascaró)

Suara Kalbar – Selama ribuan tahun, sapi dikenal sebagai hewan ternak dengan perilaku yang dianggap sederhana dan dominan instingtif. Namun, temuan ilmiah terbaru dari Austria menantang pandangan lama tersebut.

Seekor sapi bernama Veronika menunjukkan kemampuan kognitif yang selama ini dianggap mustahil dimiliki sapi, yaitu menggunakan alat secara fleksibel dan bertujuan.

Penemuan mengenai sapi Veronika ini tidak hanya menarik perhatian komunitas ilmiah internasional, tetapi juga membuka diskusi baru tentang kecerdasan hewan ternak dan kompleksitas perilaku mereka yang selama ini kurang mendapat sorotan.

Awal Penemuan Sapi Veronika

Dikutip dari BBC, Rabu (21/1/2026), Veronika adalah seekor sapi betina berjenis Swiss Brown yang hidup di sebuah desa pegunungan di pedesaan Austria. Selama bertahun-tahun, pemiliknya, seorang petani, mengamati kebiasaan unik yang jarang terlihat pada sapi lain.

Veronika kerap mengambil benda-benda di sekitarnya, seperti tongkat, sapu, atau garu, lalu menggunakannya untuk menggaruk bagian tubuhnya sendiri.

Pada awalnya, perilaku ini tampak seperti kebiasaan biasa. Namun, seiring waktu, sang pemilik menyadari bahwa cara Veronika menggunakan benda-benda tersebut tidak bersifat acak.

Polanya konsisten, terarah, dan tampak disesuaikan dengan kebutuhan tertentu. Pengamatan inilah yang akhirnya menarik perhatian para ahli kecerdasan hewan di Wina untuk melakukan penelitian lebih lanjut.

Menggunakan Satu Alat untuk Berbagai Fungsi

Hasil observasi menunjukkan sapi Veronika tidak hanya menggunakan alat, tetapi juga memahami karakteristik alat tersebut. Ia mampu memanfaatkan dua sisi berbeda dari satu benda yang sama untuk fungsi yang berbeda.

Ketika menggaruk bagian tubuh yang keras seperti punggung, Veronika menggunakan ujung sapu yang berbulu kasar. Sebaliknya, saat menggaruk area perut yang lebih sensitif, ia beralih menggunakan gagang sapu yang lebih halus.

Perbedaan ini menunjukkan adanya penyesuaian perilaku berdasarkan kebutuhan dan sifat alat, sebuah kemampuan yang sangat jarang ditemukan dalam dunia perilaku hewan.

Pengujian Ilmiah Secara Terstruktur

Untuk memastikan perilaku Veronika bukan kebetulan, para peneliti melakukan serangkaian uji terkontrol. Sebuah sikat lantai diletakkan di tanah dengan berbagai posisi.

Peneliti kemudian mencatat secara terperinci pilihan ujung alat yang digunakan, cara Veronika memutar alat tersebut, serta bagian tubuh yang menjadi sasaran. Hasil pengujian menunjukkan pola yang konsisten dan dapat diulang.

Veronika secara sadar memilih bagian alat yang sesuai dengan kebutuhan fisiknya. Temuan ini kemudian dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Current Biology, memperkuat validitas ilmiah dari pengamatan tersebut.

Melampaui Definisi Dasar Penggunaan Alat

Dalam kajian perilaku hewan, penggunaan alat didefinisikan sebagai tindakan sengaja memanfaatkan objek eksternal untuk menghasilkan efek tertentu. Sapi Veronika tidak hanya memenuhi definisi tersebut, tetapi juga melampauinya dengan menunjukkan fleksibilitas penggunaan satu alat untuk berbagai fungsi.

Di luar manusia, perilaku seperti ini sebelumnya hanya ditemukan secara konsisten pada simpanse. Fakta seekor sapi mampu menunjukkan kemampuan serupa menjadi temuan penting dalam studi kognisi hewan dan menantang batasan lama tentang kecerdasan spesies domestik.

Keterbatasan Fisik Bukan Hambatan

Berbeda dengan primata yang menggunakan tangan, Veronika mengendalikan alat sepenuhnya dengan mulut. Meski memiliki keterbatasan fisik, ia mampu memutar alat, mengatur tekanan, serta menyesuaikan gerakan dengan area tubuh yang digaruk.

Kemampuan ini menunjukkan adanya perencanaan motorik dan pemahaman sensorik yang kompleks. Hal tersebut memperkuat dugaan sapi memiliki kapasitas kognitif yang jauh lebih tinggi daripada yang selama ini diasumsikan.

Peran Lingkungan dalam Pembentukan Perilaku

Peneliti menilai lingkungan hidup Veronika memainkan peran penting dalam munculnya perilaku unik ini. Ia hidup lebih lama dibandingkan sapi ternak pada umumnya, memiliki interaksi rutin dengan manusia, serta berada di lingkungan yang memungkinkan eksplorasi dan pembelajaran.

Dalam sistem peternakan intensif, kesempatan untuk mengembangkan perilaku seperti ini sangat terbatas. Oleh karena itu, para ilmuwan menduga kemampuan serupa mungkin juga dimiliki sapi lain, tetapi tidak teramati karena keterbatasan lingkungan hidup mereka.

Penemuan tentang kemampuan sapi Veronika memperkuat pandangan hewan ternak memiliki kehidupan mental yang lebih kompleks daripada asumsi lama. Studi ini mendorong dunia  sains untuk meninjau ulang batasan kecerdasan hewan yang selama ini diterapkan pada spesies domestik.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan