Makna Tahun Kuda, Klenteng Sam Bong Dja Sambas Siapkan Lima Dekorasi Ikonik
Sambas (Suara Kalbar) – Panitia dan pengurus Klenteng Sam Bong Dja Sambas terus mematangkan persiapan dekorasi menyambut perayaan tahun baru Imlek dengan tema kuda. Berbagai tahapan telah dilakukan sejak hampir dua bulan lalu, mulai dari perencanaan konsep hingga pengerjaan fisik dekorasi yang saat ini masih berlangsung.
Panitia Klenteng Sam Bong Dja Sambas, Ali, mengatakan bahwa persiapan dekorasi membutuhkan perencanaan yang matang karena melibatkan banyak aspek. Mulai dari kondisi lahan, tenaga kerja, hingga ketersediaan bahan dan pendanaan.
“Sejak awal kami sudah memahami bahwa persiapan ini membutuhkan dana yang tidak sedikit. Karena itu, hampir dua bulan lalu kami sudah mulai menggelar rapat untuk membahas konsep, kebutuhan, dan pembagian pekerjaan,” ujar Ali, Selasa (20/1/2026).
Ia menjelaskan dalam rapat tersebut, panitia menyepakati model dekorasi yang akan dibuat, termasuk penyiapan lima unit kuda yang terdiri dari tiga kuda berukuran besar dan dua kuda berukuran kecil. Setelah konsep disepakati, panitia kemudian merekrut tenaga kerja untuk merealisasikan rencana tersebut.
Ali mengungkapkan, saat ini seluruh kuda telah selesai dibuat dan tinggal memasuki tahap dekorasi. Namun, proses tersebut memerlukan waktu cukup lama karena tingkat kesulitan pengerjaan yang tinggi.
“Pembuatan kuda saja memakan waktu hampir dua bulan. Sekarang tinggal proses dekorasi dan pemasangan, yang juga cukup rumit,” katanya.
Dari sisi anggaran, panitia masih mengacu pada pengalaman tahun sebelumnya. Pada perayaan tahun lalu, biaya yang dikeluarkan mencapai lebih dari Rp300 juta. Untuk tahun ini, total anggaran belum dapat dipastikan, namun dana yang telah digunakan sejak awal pengerjaan sudah mencapai ratusan juta rupiah.
“Karena itu kami berusaha mengatur dana sebaik mungkin agar seluruh dekorasi bisa dikerjakan dengan maksimal,” ujarnya.
Sumber pendanaan berasal dari partisipasi berbagai pihak, termasuk yayasan dan masyarakat. Sumbangan yang diterima bervariasi, mulai dari Rp50 ribu hingga Rp100 ribu dan nominal lainnya. Meski nilainya kecil, panitia tetap menerima dengan terbuka.
“Kalau dikumpulkan, sumbangan kecil itu akan menjadi besar dan sangat membantu,” jelas Ali.
Menurut Ali, kuda dipilih karena memiliki makna filosofis yang kuat. Kuda melambangkan semangat, kekuatan, kecepatan, serta daya juang dalam menempuh perjalanan jauh.
“Kami berharap di tahun kuda ini bisa membawa semangat baru bagi masyarakat, terutama dalam bekerja dan berjuang meraih tujuan,” katanya.
Saat ini, progres pengerjaan dekorasi diperkirakan baru mencapai sekitar 30 persen. Idealnya, seluruh pekerjaan harus rampung dalam waktu satu minggu ke depan. Namun, keterlambatan terjadi akibat proses pembuatan kuda dan sejumlah kendala teknis lainnya.
“Untuk pengerjaan dekorasi kami melibatkan tenaga kerja dari berbagai daerah, baik dari Sambas maupun Singkawang. Seluruh pekerja bergotong royong tanpa membedakan asal daerah demi menyelesaikan dekorasi tepat waktu,” pungkasnya.
Penulis: Serawati
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






