Dinkes Kubu Raya Tingkatkan Kewaspadaan Superflu hingga Tingkat Desa
Kubu Raya (Suara Kalbar) – Kementerian Kesehatan mengonfirmasi kemunculan varian influenza A subtipe H3N2 subclade K atau yang dikenal sebagai superflu di Indonesia. Sejak akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026, isu ini mulai menyita perhatian publik karena dikhawatirkan berpotensi menyebar luas.
Di Kabupaten Kubu Raya, hingga kini belum ditemukan kasus yang mengarah pada superflu. Meski demikian, Dinas Kesehatan setempat tetap meningkatkan kewaspadaan sebagai langkah antisipasi dini.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Siswani, mengatakan upaya pencegahan terus diperkuat hingga ke tingkat desa. Langkah tersebut dilakukan melalui jaringan puskesmas dan puskesmas pembantu (pustu).
“Bahkan hingga ketingkat desa,antisipasi dan pencegahan terus digencarkan dinas kesehatan melalui puskesmas dan pustu,” Kata Siswani Senin (19/01/2026) pagi.
Siswani menuturkan adanya hal tersebut pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran superflu dengan memperkuat langkah antisipasi hingga ke tingkat desa upaya ini dilakukan untuk melindungi masyarakat serta mencegah meluasnya dampak penyakit menular tersebut.
“Setiap minggunya puskesmas rutin melaporkan data penyakit yang dominan diderita masyarakat hingga saat ini superflu belum terdata,” tuturnya.
Siswani menambahkan kader kesehatan dan posyandu desa juga dilibatkan untuk melakukan pemantauan kesehatan warga secara berkala. sosialisasi mengenai pencegahan superflu dilakukan melalui pertemuan warga,media informasi desa. serta kunjungan langsung ke rumah-rumah warga yang dianggap rentan, seperti lansia dan anak-anak.
Penulis: Tim Liputan






