SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Sambas Puluhan Tahun Terabaikan, Rumah Nyaris Roboh Milik Lansia 79 Tahun di Pemangkat Akhirnya Dibedah

Puluhan Tahun Terabaikan, Rumah Nyaris Roboh Milik Lansia 79 Tahun di Pemangkat Akhirnya Dibedah

Setelah bertahun-tahun tinggal di rumah kayu yang miring dan nyaris roboh, Pak Terubus (79), warga Desa Penjajab Timur, Kecamatan Pemangkat, akhirnya mendapat bantuan bedah rumah berkat kolaborasi HWCI Sambas dan berbagai pihak. SUARAKALBAR.CO.ID/Istimewa

Sambas (Suara Kalbar) – Setelah hampir empat tahun bertahan di rumah kayu yang miring dan terancam roboh, Pak Terubus (79), warga Dusun Cempaka, Desa Penjajab Timur, Kecamatan Pemangkat, akhirnya mendapat bantuan bedah rumah pada Senin (19/1/2026), setelah kondisinya luput dari perhatian program bantuan sosial selama puluhan tahun.

Rumah kayu yang ditempati Pak Terubus dan telah berusia belasan tahun itu kini dalam kondisi miring dan rawan ambruk sejak hampir empat tahun terakhir. Padahal, bangunan tersebut merupakan aset pribadi yang sah dan telah mengantongi sertifikat. Di rumah itulah Pak Terubus menjalani hari-harinya bersama Tuti, anggota keluarga yang mengidap epilepsi dan membutuhkan konsumsi obat secara rutin setiap bulan.

Ketua HWCI Sambas, Tiwi, menuturkan bahwa selama puluhan tahun bermukim di desa tersebut, Pak Terubus tidak pernah tersentuh bantuan sosial dari pemerintah, baik program kesejahteraan sosial, PKH, maupun kepesertaan BPJS Kesehatan gratis.

“Informasi ini kami peroleh dari anak beliau yang datang meminta pertolongan karena kondisi rumah orang tuanya sudah sangat memprihatinkan. Dari sisi ekonomi, keluarga ini juga tergolong sangat tidak mampu,” kata Tiwi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, HWCI Sambas langsung berkoordinasi dan bergerak bersama sejumlah pihak, di antaranya Benpoltesa HMI, Kohati, serta didukung Dinas PerkimLH dan Pemerintah Desa Penjajab Timur. Berkat sinergi berbagai elemen tersebut, program bedah rumah untuk Pak Terubus akhirnya dapat diwujudkan.

Tiwi juga menyoroti lemahnya pendataan di tingkat bawah yang membuat kondisi Pak Terubus luput dari perhatian selama ini.

Ia menegaskan, kejadian tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama agar ke depan tidak ada lagi warga lanjut usia dan kurang mampu yang terabaikan dari program bantuan pemerintah.

“Pendataan di tingkat RT hingga desa harus benar-benar diperkuat supaya warga yang membutuhkan tidak lagi terlewat,” tutupnya.

Penulis: Serawati

Komentar
Bagikan:

Iklan