SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Otomotif Kinerja Tesla Melemah, Pengiriman Mobil Listrik di Bawah Ekspektasi Pasar

Kinerja Tesla Melemah, Pengiriman Mobil Listrik di Bawah Ekspektasi Pasar

Ilustrasi Tesla (Gizchina)

Suara Kalbar – Tesla melaporkan kinerja pengiriman kendaraan yang melemah pada kuartal IV 2025. Produsen mobil listrik milik Elon Musk itu mencatat pengiriman sebanyak 418.227 unit, turun sekitar 16% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dalam laporan produksi dan pengiriman yang dirilis Jumat (2/1/2026), Tesla menyebut total produksi kuartal IV mencapai 434.358 unit. Sepanjang 2025, total pengiriman Tesla tercatat 1,64 juta unit, turun 8,6% dari capaian 2024 yang mencapai 1,79 juta unit. Produksi tahunan perusahaan relatif stabil di level 1,65 juta unit.

Capaian pengiriman kuartal IV tersebut berada di bawah ekspektasi pasar. Wall Street sebelumnya memperkirakan Tesla mampu mengirimkan sekitar 426,000 unit pada periode tersebut. Bahkan, dalam konsensus analis yang dikumpulkan Tesla sendiri, penurunan tahunan diproyeksikan berada di kisaran 15%.

Sebagian besar pengiriman Tesla pada kuartal IV masih didominasi oleh Model 3 dan Model Y, yang menyumbang sekitar 406.585 unit atau hampir 97% dari total pengiriman. Sementara model premium seperti Model S, Model X, dan Cybertruck hanya mencatat 11.642 unit pengiriman selama kuartal tersebut.

Penurunan kinerja Tesla tidak lepas dari meningkatnya persaingan global. Produsen asal China, BYD, menyalip Tesla sebagai penjual kendaraan listrik terbesar dunia secara tahunan, dengan penjualan mencapai 2,26 juta unit pada 2025. Selain BYD, Tesla juga menghadapi tekanan dari Kia, Hyundai, Volkswagen, serta sejumlah merek China lain seperti Xiaomi dan Geely.

Di AS, berakhirnya insentif pajak kendaraan listrik federal sebesar US$ 7.500 pada 30 September 2025 turut memengaruhi permintaan. Penghentian lebih cepat dari rencana awal tersebut mendorong konsumen mempercepat pembelian ke kuartal III, sehingga menekan penjualan di kuartal IV.

Tesla juga menghadapi tantangan di Eropa. Data Asosiasi Produsen Mobil Eropa menunjukkan pangsa pasar Tesla di kawasan tersebut menyusut sepanjang 2025, di tengah meningkatnya adopsi kendaraan listrik dari merek lain, khususnya produsen China.

Namun, saham Tesla masih menunjukkan ketahanan. Pada paruh kedua 2025, harga saham perusahaan sempat melonjak signifikan dan mencetak rekor baru pada pertengahan Desember.

Tesla dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartal IV pada 28 Januari 2026, yang akan menjadi perhatian investor untuk melihat prospek pemulihan di tengah tekanan pasar kendaraan listrik global.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan