Banjir Rob Rendam Ruas Jalan di Pusat Kota Ketapang di Awal Tahun 2026
Ketapang (Suara Kalbar) – Banjir rob kembali merendam sejumlah ruas jalan di pusat Kota Kabupaten Ketapang, Sabtu pagi (3/1/2026). Genangan air laut pasang tersebut mengganggu arus lalu lintas dan aktivitas warga.
Pengguna jalan diminta meningkatkan kewaspadaan dan memperlambat laju kendaraan saat melintas di lokasi terdampak, mengingat genangan cukup licin dan menutupi badan jalan.
Berdasarkan data BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak, pada 3 Januari 2025 diprakirakan terjadi pasang laut dengan ketinggian mencapai 1,9 meter pada pukul 09.00 hingga 11.00 WIB.
“Untuk tanggal 3 diprakirakan pasang setinggi 1.9 dari jam 09.00 sampai 11.00 WIB,” ujar prakirawan BMKG Ketapang, Ashifa Putri kepada Suara Ketapang, Sabtu (3/1/2026).
BMKG juga mencatat, banjir rob dengan pasang tertinggi 1,9 meter berpotensi berlangsung hingga 5 Januari 2025, pada rentang waktu yang sama, yakni pukul 09.00–11.00 WIB.
Sementara itu, BPBD Kabupaten Ketapang menyampaikan bahwa banjir rob pada 3 Januari 2026 terjadi akibat fenomena Fase Perigee dan Bulan Purnama yang meningkatkan ketinggian air laut.
“Pemantauan menunjukkan wilayah Muara Pawan, Delta Pawan, dan Benua Kayong terdampak, dengan pasang harian mencapai 1,7–1,9 meter,” papar petugas BPBD Ketapang Karyadi.
Karyadi melaporkan, Tim telah melakukan monitoring serta memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir rob hingga 9 Januari 2026.
“Warga yang bermukim di wilayah pesisir dan pengguna jalan di pusat kota diimbau tetap waspada terhadap dampak pasang laut,” pungkasnya.
Penulis: Agustiandi
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






