SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Otomotif Xpeng Bangun Pabrik Kendaraan Listrik di Malaysia

Xpeng Bangun Pabrik Kendaraan Listrik di Malaysia

Sedan listrik Xpeng P7 (Dok./xpeng.com)

Suara Kalbar – Produsen kendaraan listrik asal China, Xpeng Motors, resmi menandatangani kerja sama dengan konglomerat manufaktur Malaysia, EPMB Group, untuk mendirikan fasilitas produksi lokal di Malaysia. Kesepakatan tersebut menjadi langkah strategis Xpeng dalam memperluas jejak manufakturnya di kawasan Asia Tenggara.

Melansir Carnewschina, Rabu (17/12/2025), proyek ini merupakan inisiatif manufaktur internasional ketiga Xpeng setelah Indonesia dan Austria, sekaligus menandai lini perakitan kendaraan pertama perusahaan untuk pasar kemudi kanan (right-hand drive/RHD).

Berdasarkan perjanjian tersebut, kegiatan produksi dijadwalkan mulai berjalan pada 2026. Pada tahap awal, pabrik akan merakit SUV listrik G6 dan MPV listrik X9, termasuk varian jarak jauh. Fasilitas di Malaysia ini diposisikan sebagai pusat produksi untuk melayani pasar kendaraan setir kanan di kawasan ASEAN.

Kehadiran pabrik di Malaysia akan melengkapi fasilitas Xpeng yang sudah beroperasi di Indonesia. Jika pabrik Indonesia berfokus melayani pasar kendaraan kemudi kiri, maka pabrik Malaysia diarahkan untuk menjangkau pasar setir kanan, sehingga membentuk jaringan produksi regional yang lebih menyeluruh di Asia Tenggara.

Berdasarkan data pasar yang dikutip media otomotif China, Autohome, eksistensi Xpeng di Malaysia terus menguat. Sepanjang Januari hingga Oktober 2025, Xpeng tercatat masuk dalam enam besar merek kendaraan listrik murni terlaris di Malaysia. Model Xpeng X9 bahkan berhasil memimpin segmen MPV listrik premium pada September 2025.

Secara global, Xpeng mengeklaim telah membangun arsitektur segitiga manufaktur yang mencakup China, Asia Tenggara, dan Eropa. Strategi ini menjadikan Xpeng sebagai salah satu perusahaan rintisan kendaraan listrik China pertama yang memiliki jaringan produksi lintas kawasan.

Kolaborasi dengan EPMB dinilai berjalan mulus karena adanya hubungan bisnis sebelumnya. Bermaz Auto, distributor resmi Xpeng di Malaysia, diketahui memiliki 11,54% saham di EPMB melalui anak usaha Bermaz Capital.

Penandatanganan kerja sama ini juga dinilai tepat waktu. Malaysia akan mengakhiri pembebasan pajak untuk kendaraan listrik impor pada 31 Desember 2025, sementara kendaraan listrik rakitan lokal masih akan menikmati insentif pajak hingga 31 Desember 2027. Perakitan SUV listrik G6 diperkirakan dimulai pada akhir Maret 2026, disusul produksi MPV X9 pada Mei 2026.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan