SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Lifestyle Bawang Putih Mudah Busuk? Ini Kesalahan Penyimpanan yang Sering Terjadi

Bawang Putih Mudah Busuk? Ini Kesalahan Penyimpanan yang Sering Terjadi

Ilustrasi bawang putih. (Freepik/Jcomp)

Suara Kalbar  – Bawang putih merupakan salah satu bumbu dapur yang hampir selalu digunakan dalam berbagai masakan. Aroma khas dan kemampuannya memperkuat cita rasa menjadikannya bahan wajib di banyak rumah tangga.

Tidak hanya berfungsi sebagai penyedap, bawang putih juga dikenal memiliki berbagai manfaat sehingga ketersediaannya di dapur sangat penting.

Namun, kualitas bawang putih dapat menurun dengan cepat apabila disimpan secara tidak tepat. Kesalahan dalam penyimpanan dapat menyebabkan bawang mudah bertunas, mengering, bahkan membusuk sebelum sempat digunakan.

Oleh karena itu, memahami cara penyimpanan bawang putih yang benar menjadi langkah penting agar bumbu dapur ini tetap segar dan awet dalam jangka waktu lebih lama.

Alasan Bawang Putih Perlu Disimpan dengan Benar

Bawang putih mengandung minyak atsiri yang sensitif terhadap panas, cahaya, dan kelembapan. Paparan kondisi lingkungan yang tidak sesuai dapat mempercepat perubahan kualitas bawang, baik dari segi aroma, tekstur, maupun daya simpannya.

Jika disimpan sembarangan, bawang putih akan lebih cepat rusak dan kehilangan kualitas terbaiknya. Dengan memahami teknik penyimpanan yang tepat, proses penurunan kualitas tersebut dapat diperlambat.

Penyimpanan yang benar membantu menjaga bawang putih tetap padat, tidak mudah berjamur, serta dapat digunakan dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Prinsip Dasar Penyimpanan Bawang Putih

Sebelum menerapkan metode penyimpanan jangka panjang, ada beberapa prinsip dasar yang perlu diperhatikan. Bawang putih sebaiknya disimpan pada suhu yang sejuk dan stabil agar teksturnya tetap padat.

Tingkat kelembapan yang rendah juga penting untuk mencegah pertumbuhan jamur dan bakteri. Selain itu, sirkulasi udara yang baik membantu mencegah bawang menjadi lembap.

Bawang putih tidak dianjurkan untuk dicuci sebelum disimpan karena air dapat mempercepat proses pembusukan. Menjaga bawang tetap utuh hingga waktu penggunaan juga penting karena kulit luarnya berfungsi sebagai pelindung alami.

Dengan mengikuti prinsip-prinsip tersebut, bawang putih dapat bertahan selama beberapa minggu meskipun tanpa perlakuan khusus.

Tips Menyimpan Bawang Putih agar Tahan Berbulan-bulan

1. Simpan di tempat kering dan memiliki sirkulasi udara

Menyimpan bawang putih di tempat yang kering, sejuk, dan berventilasi baik merupakan cara paling dasar agar bawang lebih awet. Keranjang anyaman, kantong jala, atau rak terbuka menjadi pilihan ideal karena memungkinkan udara mengalir dengan baik. Kondisi ini membantu mencegah penumpukan kelembapan yang dapat memicu jamur.

2. Simpan dalam kondisi utuh

Bawang putih yang masih utuh dan belum dipisahkan siungnya memiliki daya simpan yang lebih panjang. Kulit luar bawang berfungsi melindungi bagian dalam dari udara lembap dan bakteri. Dalam kondisi penyimpanan yang ideal, bawang putih utuh dapat bertahan hingga dua sampai tiga bulan.

3. Bungkus dengan kertas koran atau kertas buram

Penggunaan kertas sebagai pembungkus dapat membantu menyerap kelembapan berlebih sekaligus menjaga sirkulasi udara. Setelah dibungkus, bawang putih sebaiknya diletakkan di tempat yang teduh dan kering. Metode sederhana ini cukup efektif untuk memperpanjang usia simpan bawang putih.

4. Simpan di stoples tanpa penutup

Jika dapur memiliki suhu yang relatif stabil, bawang putih dapat disimpan di dalam stoples kaca tanpa penutup. Udara yang tetap mengalir membantu menjaga bawang tetap kering. Hindari penggunaan wadah plastik karena dapat memerangkap kelembapan dan mempercepat pembusukan.

5. Bekukan bawang putih yang sudah dikupas atau dicincang

Untuk penyimpanan jangka panjang, pembekuan menjadi salah satu metode paling tahan lama. Bawang putih dapat dikupas, dicincang sesuai kebutuhan, lalu disimpan dalam wadah kedap udara sebelum dibekukan. Dengan cara ini, bawang putih dapat bertahan hingga enam sampai dua belas bulan tanpa perubahan aroma yang signifikan.

6. Rendam dalam minyak dan simpan di kulkas

Merendam bawang putih dalam minyak dapat membantu menjaga tekstur dan aroma tetap stabil. Namun, bawang putih dalam minyak wajib disimpan di lemari es untuk mencegah pertumbuhan bakteri berbahaya. Dalam kondisi dingin, bawang putih biasanya dapat bertahan sekitar dua hingga tiga bulan.

7. Simpan dalam cuka atau larutan garam

Metode perendaman menggunakan cuka atau larutan garam sering digunakan untuk kebutuhan kuliner jangka panjang. Cairan tersebut membantu memperlambat proses oksidasi sekaligus memberikan cita rasa tambahan. Agar lebih awet, bawang putih sebaiknya disimpan dalam wadah kaca tertutup rapat dan diletakkan di dalam kulkas.

Tanda Bawang Putih mulai Rusak

Agar tidak salah menggunakan bawang putih yang sudah menurun kualitasnya, ada beberapa tanda yang perlu diperhatikan. Kulit luar yang lembek atau berlendir, munculnya bintik jamur, serta bau tidak sedap yang berbeda dari aroma khas bawang menjadi indikator awal kerusakan.

Selain itu, perubahan warna daging bawang menjadi gelap atau kecokelatan juga menandakan bawang putih sudah tidak layak digunakan.

Jika bawang putih menunjukkan ciri-ciri tersebut, sebaiknya segera dibuang untuk menghindari risiko kesehatan dan menjaga kualitas masakan.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan