Tulang Sering Terabaikan, Padahal Fondasi Utama Kesehatan Tubuh
Suara Kalbar – Kesehatan tulang sering kali baru mendapat perhatian ketika berbagai keluhan mulai dirasakan, seperti nyeri sendi, pegal berkepanjangan, atau perubahan postur tubuh.
Padahal, tulang memiliki peran vital dalam menopang tubuh, melindungi organ-organ penting, serta mendukung pergerakan manusia dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Tanpa disadari, kebiasaan dan rutinitas harian yang tampak sepele dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap kekuatan tulang.
Pola hidup modern, jenis pekerjaan, hingga tingkat aktivitas fisik sehari-hari turut memengaruhi kepadatan dan daya tahan tulang. Jika kondisi ini dibiarkan terus-menerus, risiko gangguan kesehatan tulang dapat meningkat di kemudian hari.
Tulang berperan sebagai kerangka utama yang membentuk struktur dan menopang tubuh. Tulang-tulang besar, seperti tulang kaki dan tulang belakang, menopang berat badan saat seseorang berdiri, berjalan, dan melakukan berbagai aktivitas fisik.
Selain itu, tulang bekerja sama dengan otot dan sendi dalam sistem gerak. Otot yang melekat pada tulang melalui tendon akan menarik tulang saat berkontraksi, sehingga memungkinkan tubuh melakukan beragam gerakan, baik yang sederhana maupun kompleks.
Selain mendukung pergerakan, tulang juga berfungsi melindungi organ-organ vital di dalam tubuh. Tulang tengkorak menjaga otak dari benturan, sementara tulang rusuk melindungi jantung dan paru-paru.
Di dalam tulang terdapat sumsum tulang yang berperan dalam pembentukan sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit melalui proses hematopoiesis.
Tulang juga menjadi tempat penyimpanan mineral penting, seperti kalsium dan fosfor, serta menyimpan cadangan energi dalam bentuk lemak pada sumsum tulang kuning yang dapat dimanfaatkan saat tubuh membutuhkannya.
Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Mengganggu Kesehatan Tulang
Kebiasaan yang dilakukan secara rutin, meskipun terlihat sepele, dapat berkontribusi terhadap penurunan kekuatan tulang dalam jangka panjang.
Oleh karena itu, penting untuk mengenali faktor-faktor yang dapat mengganggu kesehatan tulang agar risiko gangguan tulang dapat dicegah sejak dini, seperti dikutip dari Healthline, Selasa (16/12/2025).
1. Kurang paparan sinar matahari
Paparan sinar matahari membantu tubuh memproduksi vitamin D yang berperan penting dalam penyerapan kalsium. Kekurangan vitamin D dapat membuat tulang lebih rapuh dan berisiko mengalami penurunan kepadatan.
2. Terlalu lama duduk atau kurang bergerak
Kebiasaan duduk terlalu lama tanpa aktivitas fisik dapat melemahkan tulang. Tulang membutuhkan aktivitas menahan beban agar tetap kuat, seperti berjalan, menari, atau melakukan latihan ringan secara rutin.
3. Merokok
Merokok dapat menghambat proses pembentukan tulang dan mempercepat pengeroposan. Kebiasaan ini juga meningkatkan risiko patah tulang, terutama pada usia lanjut.
4. Konsumsi alkohol berlebihan
Asupan alkohol yang berlebihan dapat mengganggu keseimbangan kalsium dalam tubuh serta memengaruhi hormon yang berperan menjaga kepadatan tulang. Selain itu, alkohol juga meningkatkan risiko jatuh dan cedera tulang.
5. Sering mengonsumsi minuman bersoda
Minuman bersoda mengandung fosfat yang dapat menghambat penyerapan kalsium. Jika dikonsumsi secara berlebihan dan dalam jangka panjang, kebiasaan ini berpotensi menurunkan kepadatan tulang.
6. Pola makan tidak seimbang
Asupan makanan yang kurang bergizi, khususnya rendah kalsium dan nutrisi penting lainnya, dapat memengaruhi pembentukan dan kekuatan tulang. Pola makan yang tidak seimbang dalam jangka panjang meningkatkan risiko gangguan kesehatan tulang.
Dampak jika Kesehatan Tulang Tidak Dijaga
Kurangnya perhatian terhadap kesehatan tulang dapat menimbulkan berbagai dampak serius apabila berlangsung dalam waktu lama. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi kekuatan tulang, tetapi juga berdampak pada fungsi tubuh secara keseluruhan.
- Penurunan kepadatan tulang
Rendahnya aktivitas fisik berkaitan erat dengan menurunnya kepadatan mineral tulang, terutama pada tulang belakang dan pinggul. Tulang yang jarang mendapat rangsangan gerak akan kehilangan kekuatannya secara bertahap.
- Meningkatnya risiko osteoporosis
Kurang bergerak dapat mempercepat hilangnya massa tulang dan meningkatkan risiko osteoporosis. Kondisi ini membuat tulang menjadi keropos dan lebih mudah patah, terutama pada lansia dan perempuan setelah menopause.
- Otot dan koordinasi tubuh melemah
Penurunan kekuatan otot berdampak pada keseimbangan dan koordinasi tubuh. Ketika risiko jatuh meningkat sementara tulang dalam kondisi rapuh, kemungkinan terjadinya cedera dan patah tulang pun semakin besar.
- Gangguan metabolisme kalsium
Aktivitas fisik berperan dalam membantu peredaran darah dan penyerapan kalsium ke tulang. Tanpa gerakan yang cukup, distribusi kalsium menjadi kurang optimal sehingga tulang tidak memperoleh mineral yang dibutuhkan untuk tetap kuat.
Cara Menjaga dan Memperkuat Kesehatan Tulang
- Tetap aktif bergerak
Aktivitas fisik rutin membantu menjaga kepadatan tulang. Olahraga menahan beban, seperti berjalan kaki, naik tangga, atau lompat tali efektif merangsang pembentukan tulang. Konsistensi lebih penting dibandingkan durasi yang panjang namun jarang dilakukan.
- Prioritaskan latihan kekuatan
Latihan beban dapat membantu memperlambat penurunan kepadatan tulang dan massa otot, terutama pada perempuan yang memasuki usia menopause. Gerakan sederhana, seperti squat, bicep curl, atau chest press dapat dilakukan secara bertahap.
- Cukupi asupan kalsium dan vitamin D
Kalsium berperan penting dalam menjaga kekuatan tulang, sedangkan vitamin D membantu penyerapan kalsium secara optimal. Keduanya dapat diperoleh dari makanan, paparan sinar matahari, atau suplemen bila diperlukan.
- Dapatkan paparan sinar matahari yang cukup
Paparan sinar matahari membantu tubuh memproduksi vitamin D secara alami. Aktivitas ringan di luar ruangan selama sekitar 20–30 menit sudah memberikan manfaat, dengan tetap memperhatikan keamanan kulit.
- Pertimbangkan suplemen jika diperlukan
Jika asupan kalsium dan vitamin D dari makanan belum mencukupi, penggunaan suplemen dapat menjadi pilihan setelah disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi tubuh.
- Perhatikan konsumsi obat
Beberapa jenis obat tertentu dapat memengaruhi kesehatan tulang jika digunakan dalam jangka panjang. Konsultasi dengan tenaga medis diperlukan untuk memastikan penggunaan obat tetap aman bagi tulang.
- Batasi alkohol, kafein, dan hentikan merokok
Konsumsi alkohol dan kafein berlebihan serta kebiasaan merokok dapat menghambat pembentukan tulang dan meningkatkan risiko pengeroposan.
- Kurangi risiko jatuh
Menjaga lingkungan rumah tetap aman, seperti memastikan lantai tidak licin dan pencahayaan cukup, dapat membantu mencegah jatuh yang berisiko menyebabkan cedera tulang.
Menjaga kesehatan tulang bukan hanya penting pada usia lanjut, tetapi perlu dimulai sejak dini melalui kebiasaan hidup yang lebih aktif dan seimbang. Dengan memperhatikan pola makan, rutin bergerak, serta menghindari kebiasaan yang merugikan tulang, risiko gangguan tulang dapat diminimalkan di masa depan.
Sumber: Beritasatu.com
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






