SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Lifestyle Jambu Biji Disebut Ampuh Turunkan Kolesterol? Ini Kata Para Dokter

Jambu Biji Disebut Ampuh Turunkan Kolesterol? Ini Kata Para Dokter

Viral jambu biji yang dklaim dapat menurunkan kolesterol. (Google)

Suara Kalbar – Sebuah klaim viral di media sosial menyebut bahwa jambu biji mampu menurunkan kolesterol secara alami dalam waktu tiga bulan, mulai dari menurunkan LDL, meningkatkan HDL, hingga mencegah plak pada pembuluh darah. Klaim ini muncul karena jambu biji dikenal kaya vitamin C, antioksidan, dan serat larut, tiga komponen yang memang berperan dalam kesehatan jantung.

Dikutip The Week, Jumat (5/12/2025), sejumlah penelitian kecil memang mendukung manfaat tersebut. Salah satu studi terhadap 120 pasien hipertensi menunjukkan bahwa konsumsi jambu biji setiap hari selama 12 minggu dapat menurunkan kolesterol total hampir 10 persen, menurunkan trigliserida, menurunkan tekanan darah, serta sedikit meningkatkan HDL.

“Studi lain pada 45 mahasiswa kedokteran menemukan bahwa jambu biji tanpa kulit lebih efektif menurunkan kolesterol, trigliserida, LDL, dan sedikit meningkatkan HDL, meskipun efeknya tetap tergolong moderat,” sebut penelitian tersebut.

Beberapa penelitian acak terkontrol juga menunjukkan bahwa konsumsi 500-1000 gram jambu biji per hari dapat membantu menurunkan tekanan darah dan memperbaiki profil lipid. Studi pada hewan pun memperlihatkan bahwa ekstrak jambu kaya likopen mampu menurunkan stres oksidatif yang berhubungan dengan aterosklerosis, meski bukti pada manusia masih terbatas.

Kendati begitu, para ahli menegaskan bahwa jambu biji bukan “obat ajaib” penurun kolesterol. Menurut Dr Rahul R Gupta, Direktur Kardiologi Gleneagles Hospital Mumbai, jambu memang dapat menurunkan kolesterol sekitar 5-10 persen, tetapi hanya sebagai bagian kecil dari pola makan sehat.

Ia mengibaratkan jambu biji sebagai “pemain pendukung”, bukan “kapten” dalam upaya menurunkan kolesterol. Konsumsi jambu tetap harus diimbangi gaya hidup sehat, olahraga, tidur cukup, serta pola makan rendah lemak jenuh dan trans. Jambu bukan pengganti obat bagi pasien dengan kolesterol tinggi.

Dr Gupta juga membantah klaim bahwa jambu tidak boleh dikonsumsi bersama teh, kopi, atau produk susu. Kandungan tanin pada teh dan kopi hanya memengaruhi penyerapan zat besi, sementara jambu bukan sumber besi utama, sehingga tidak ada interaksi bermakna.

Para ahli sepakat bahwa pencegahan kolesterol tinggi tetap bergantung pada kombinasi pola makan anti-inflamasi, aktivitas fisik, manajemen stres, tidur yang cukup, serta menjauhi rokok dan konsumsi gula berlebih. Buah-buahan tinggi serat dan antioksidan , termasuk jambu biji, apel, atau jeruk, dapat membantu, tetapi bukan faktor penentu tunggal.

Dengan demikian, jambu biji dapat menjadi tambahan yang baik dalam diet harian untuk menjaga kolesterol tetap sehat, tetapi bukan solusi tunggal untuk mengatasi kolesterol tinggi.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan