SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Seleb Uya Kuya Ungkap Fakta di Balik Video Joget DPR yang Viral

Uya Kuya Ungkap Fakta di Balik Video Joget DPR yang Viral

Selebritas sekaligus anggota DPR, Surya Utama atau Uya Kuya. (Instagram)

Jakarta (Suara Kalbar)- Anggota DPR sekaligus artis, Uya Kuya mengaku sampai saat ini masih kerap mendapat hujatan dari masyarakat terkait aksi joget dirinya di DPR yang kemudian menimbulkan kesalahpahaman publik sehingga Uya sebagai anggota dewan diduga mengolok-ngolok penderitaan rakyat kecil.

“Banyak banget yang percaya sampai sekarang. Masih ada yang bilang makanya jangan ngeledekin rakyat, gaji Rp 3 juta kecil. Padahal itu bukan gue yang ngomong. Jadi jelas ada framing yang dibentuk oleh pihak tertentu dengan kepentingan tertentu,” kata Uya, mengutip kanal YouTube, Rabu (5/11/2025).

Uya juga menyebut sebagian orang akhirnya sadar video-video di media sosial yang menampilkan dirinya seolah berjoget merayakan kenaikan gaji anggota dewan tersebut adalah hoaks. Ia juga tak menampik, masalah ini semakin membesar karena lambatnya klarifikasi resmi dari dirinya.

“Banyak orang yang akhirnya sadar itu hoaks dan minta maaf lewat direct message (DM), meski dulu mereka menghujat secara terbuka. Ya sudahlah, setidaknya mereka sadar. Gue juga telat klarifikasi, hampir empat hari, karena dari dulu enggak terbiasa klarifikasi kalau merasa enggak salah. Tetapi gue belajar, ternyata kalau difitnah ya kita harus cepat klarifikasi,” jelasnya.

Meski demikian, Uya memahami ia sebagai wakil rakyat dan juga DPR sebagai institusi wajib peka dan bertanggung jawab atas keresahan dan kemarahan masyarakat kala itu.

“Tetapi gue juga paham DPR tetap harus bertanggung jawab atas keresahan masyarakat. Karena itu gue minta maaf kalau tindakan atau joget gue dianggap tidak peka terhadap keadaan masyarakat. Faktanya, joget itu bukan untuk merayakan kenaikan gaji dan sampai hari ini tidak ada kenaikan gaji sama sekali,” tutup Uya.

Sebelumnya, Uya menjelaskan ia berjoget di DPR murni karena ingin menghargai paduan suara dan hiburan musik dari mahasiswa yang tampil setelah pidato kenegaraan Presiden Prabowo pada 15 Agustus 2025. Namun, aksinya akhirnya dianggap sebagai bentuk ketidakpekaan terhadap penderitaan rakyat yang tengah mengalami kesulitan ekonomi.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan