SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Sambas Pemkab Sambas Fokus Kembangkan Kawasan Perbatasan Jadi Pusat Pertumbuhan Baru

Pemkab Sambas Fokus Kembangkan Kawasan Perbatasan Jadi Pusat Pertumbuhan Baru

Pemkab Sambas tegaskan komitmennya untuk memperkuat pembangunan kawasan perbatasan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi (Suarakalbar.co.id/HO-Istimewa]

Sambas (Suara Kalbar) – Pemerintah Kabupaten Sambas menegaskan komitmennya untuk memperkuat pembangunan kawasan perbatasan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Fokus ini menjadi bagian dari upaya strategis dalam mendorong pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Sambas, Heroaldi Djuhardi Alwi, saat menghadiri Forum Group Discussion (FGD) Survei Indeks Pengelolaan Kawasan Perbatasan Pusat Pertumbuhan Kawasan Perbatasan (IPKP-PPKP) Tahun 2025, pada Selasa (21/10/2025).

Wabub Heroaldi menuturkan, Pemkab Sambas ingin menjadikan kawasan perbatasan tidak sekadar sebagai garis pemisah antarnegara, melainkan juga sebagai titik strategis pertumbuhan ekonomi baru yang berdaya saing tinggi.

Menurutnya, kegiatan FGD ini menjadi langkah penting untuk menilai sejauh mana efektivitas kebijakan dan koordinasi antarinstansi dalam pengelolaan kawasan perbatasan.

“Pembangunan di wilayah perbatasan tidak hanya difokuskan pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat serta konektivitas antardaerah,” jelas Heroaldi.

Ia menambahkan, pendekatan pembangunan berbasis kawasan pusat pertumbuhan menjadi arah kebijakan yang sejalan dengan program nasional dalam memperkuat daerah 3T, termasuk wilayah perbatasan Sambas.

Lebih lanjut, Heroaldi menyebut bahwa kawasan perbatasan memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi daerah apabila dikelola dengan baik, terpadu, dan berkelanjutan. Karena itu, kolaborasi lintas sektor dan sinergi kebijakan menjadi faktor kunci dalam mendorong kemajuan perbatasan.

“Melalui FGD ini, kami berharap muncul kesepahaman bersama dan strategi yang lebih terarah dalam pengelolaan kawasan perbatasan, agar wilayah ini benar-benar tumbuh menjadi pusat ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” tutupnya.

Penulis: Serawati

Komentar
Bagikan:

Iklan