SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Rapid Test Tahap I, 154 ASN Mempawah Non Reaktif

Rapid Test Tahap I, 154 ASN Mempawah Non Reaktif

Rapid test ASN empat OPD di lingkungan Pemkab Mempawah. Untuk tahap pertama, 154 ASN non reaktif.[Suarakalbar/Dian Sastra]

Mempawah (Suara Kalbar)-Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Mempawah kembali melaksanakan rapid test massal. Kali ini sasarannya adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mempawah.

Rapid test terhadap ASN secara perdana dilakukan bagi empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Lokasinya di Balairung Setia Kantor Bupati Mempawah, Kamis (4/6).

Adapun empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Mempawah yang mendapat giliran pertama menjalani rapid test yaitu Sekretariat Daerah (Setda), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Badan Kepegawaian dan Pembangunan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

“Dari 154 ASN di 4 OPD yang kita rapid test, hasilnya non reaktif. Hasil ini tentu patut kita syukuri. Dengan kata lain, ASN kita dalam kondisi sehat dan tidak sedang terpapar Covid-19,” ungkap Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Mempawah, drg. Mukhtar Siagian.

Mukhtar mengaku senang bahwa seluruh ASN yang hadir dalam rapid test massal tersebut sudah mengerti dan sepenuhnya menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas kedinasan. Seperti penggunaan masker, menjaga jarak, serta rutin mencuci tangan menggunakan sabun.

“Meski hasil rapid test menyatakan non reaktif, saya harap ASN yang sudah tes untuk tetap menjaga pola hidup sehat agar tidak terjangkit virus Covid-19. Jangan sampai mengendorkan penerapan protokol kesehatan,” ujarnya.

Bupati Mempawah Hj. Erlina, menegaskan, rapid test yang dilaksanakan untuk masyarakat, ASN dan petugas Covid-19 merupakan upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Mempawah.

“Kebijakan ini diambil karena Tim Gugus Tugas Covid 19 mengedepankan upaya preventif sebelum terjadi penyebaran Covid-19 yang lebih parah di Kabupaten Mempawah,” tegas dia.

ASN menjadi satu diantara obyek pemeriksaan dikarenakan mereka kerap bertemu kepada masyarakat dalam memberikan berbagai pelayanan. Dengan demikian, diperlukan adanya skrining awal untuk mengetahui ASN yang bertugas melayani masyarakat benar-benar dalam keadaan sehat.

“Saya bersyukur ASN di empat OPD yang menjalani rapid test secara perdana hasilnya non reaktif. Semoga ASN lain yang belum menjalani rapid test hasilnya juga sama, tidak ada yang reaktif, sehingga mereka dapat menjalankan tugas sehari-hari dengan lebih baik dan maksimal,” pungkasnya.

Penulis :  Dian Sastra

Editor   : Diko Eno

Komentar
Bagikan:

Iklan