SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Komunikasi Sosial Kodim Mempawah, Kapolres Paparkan Sejumlah Persoalan Daerah

Komunikasi Sosial Kodim Mempawah, Kapolres Paparkan Sejumlah Persoalan Daerah

Kapolres Mempawah AKBP Tulus Sinaga memaparkan sejumlah persoalan daerah yang perlu diantisipasi saat memberikan sambutan pada kegiatan Komunikasi Sosial Kodim 1201/Mph.[Suarakalbar/Dian Sastra]

Mempawah (Suara Kalbar)-Pelaksanaan kegiatan Komunikasi Sosial antara Kodim 1201/Mph dengan Pemerintah Kabupaten Mempawah, Pemerintah Kabupaten Landak dan jajaran Forkorpimda kedua kabupaten, disambut baik Kapolres Mempawah, AKBP Tulus Sinaga.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Tulus Sinaga mengungkapkan betapa pentingnya kegiatan komunikasi sosial ini sebagai salahsatu cara memelihara sinergisitas pemerintah kabupaten, forkorpimda dan TNI guna membangun masyarakat Indonesia yang berkarakter dan berlandaskan wawasan kebangsaan.

“Dari komunikasi sosial ini, diharapkan terjalin silaturahim dan komunikasi yang baik antara TNI, Pemerintah Kabupaten Mempawah, Pemerintah Kabupaten Landak dan jajaran forkorpimda. Ini kunci untuk membangun daerah,” ungkapnya.

Terkait era New Normal, Kapolres selanjutnya mengatakan, perlu direncanakan dengan baik kesiapan apa yang akan ditata dalam menghadapi New Normal. Dengan demikian, kedepannya akan mudah dipahami dan dipatuhi masyarakat.

Terutama sosialisasi protokol kesehatan agar dipatuhi masyarakat di tempat-tempat keramaian, tempat pelayanan publik dan upaya penyemprotan tempat ibadah sebelum dan sesudah dilaksanakan ibadah.

“Salahsatu upaya Polres Mempawah dalam mencegah penyebaran Covid-19 sekaligus memudahkan sosialisasi protokol kesehatan adalah dengan mendirikan Pendopo Desa Mandiri Kampung Lihai di Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur. Pemerintah desa maupun seluruh elemen masyarakatnya kita galang untuk berperan aktif mencegah Covid-19,” jelasnya.

Kemudian, Tulus Sinaga juga memaparkan perlunya pemantauan berbagai potensi konflik dan  mengontrol pengelolaan investasi di Kabupaten Mempawah agar tidak terjadi persoalan di masyarakat di masa mendatang.

“Dan yang terdekat adalah, pelantikan kepala desa hasil pemilihan e-voting serentak yang akan digelar Pemkab Mempawah. Perlu diantisipasi penanganan aksi massa agar proses pelantikan berjalan aman, tertib dan lancar,” tegas Tulus Sinaga lagi,

Selain itu, persoalan lainnya yang kerap dihadapi di Mempawah adalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Tulus Sinaga menilai, perlu sinergisitas antara semua pemangku kepentingan dalam mencegah karhutla dan juga upaya pemadaman api jika hutan dan lahan terlanjur terbakar.

“Aparat TNI/Polri maupun BPBD tidak bisa sendirian dalam mencegah karhutla ini. Perlu dukungan semua pihak, bila perlu hingga masyarakat akar rumput, agar timbul kesadaran untuk berhati-hati membersihkan lahan untuk pertanian maupun perkebunan,” imbuhnya.

Penulis : Dian Sastra

Editor   : Diko Eno

Komentar
Bagikan:

Iklan