SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News PT SISU Lakukan Klarifikasi Pemberitaan Terkait Tuntutan KHL

PT SISU Lakukan Klarifikasi Pemberitaan Terkait Tuntutan KHL

Estate Manager PT SISU 2, Rizky Syahputra dan didampingi HRD, Erlangga serta Humas, Moses saat press release, Kamis (18/6/2020).

Sanggau (Suara Kalbar) – Terkait pemberitaan di beberapa media mengenai tuntutan Karyawan Harian Lepas (KHL), PT. SISU 2 mengelar press release untuk mengklarifikasi sekaligus bantahannya disalah satu warkop di Jalan Ahmad Yani Sanggau, Kamis (18/6/2020).

Estate Manager PT SISU 2, Rizki Syahputra dan didampingi HRD, Erlangga serta Humas, Moses menjelaskan bahwa semua prosedur yang dijalankan perusahaan sudah sesuai dengan aturan yang berlaku dan terkait upah KHL yang dibayarkan PT SISU II tidak sesuai kesepakatan awal, yaitu Rp100.612 per HK dijelaskan bahwa terhitung mulai tanggal 1 Maret 2020, terbit Surat Instruksi (SI) dari manajemen sehubungan perubahan target kerja dari satuan waktu menjadi satuan hasil.

“Kami sudah mensosialisasikan ini mulai dari Maret, April dan Mei kepada KHL yang bekerja di afdeling masing-masing. Hal ini dilakukan agar pada saat menerima gaji berdasarkan sistem hasil kerja di lapangan bukan lagi sistem waktu. Namanya juga KHL, kalau mereka bekerja dan hasilnya sesuai target ya kita bayar, sama sekali tidak ada pengurangan dan terkait KHL ini sudah diatur di dalam Permen nomor 100 tahun 2004 dan UU nomor 7 tahun 2015 tentang pengupahan,”ujar HRD PT SISU 2, Erlangga kepada awak media.

Terkait surat yang ditujukan kepada Emilia Juidah dan Supina yang sampai hari ini masih menahan mesin finger print, Rizki menjelaskan bahwa pihaknya hanya memberikan himbauan kepada kedua orang tersebut untuk segera mengembalikan finger print, bukan bermaksud melaporkan ke polisi.“Kita lakukan pendekatan persuasiflah, bukan melaporkan karena bagaimanapun juga mereka inikan karyawan kita dan barang itu milik perusahaan.

“Finger print ini adalah alat yang sangat vital sebagai alat absensi karyawan, jika alat ini ditahan lama-lama, maka yang rugi itu karyawan yang lain dan disurat tuntutan KHL itu tidak ada menyebutkan masalah finger print. Itulah alasannya kami menyurati ke dua orang ini untuk mengembalikanmya,,” kata Erlangga.

Sementara itu Humas PT SISU 2 Moses mengatakan untuk persoalan tuntutan KHL, diakuinya bahwa pihak Perusahaan sudah menyampaikan klarifikasi kepada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sanggau.

“Dan tuntutan mereka ini akan sudah dimediasi oleh Disnaker dan pihak Disnaker sudah mendatangi PT. SISU II dan semua tuntutan sudah kita jawab,” katanya.

Penulis      : Tim Liputan

Editor        : Hendra

Komentar
Bagikan:

Iklan