Pemkab Sanggau Gelar Rakor Teknis Linsek Penanganan Karhutla
Sanggau (Suara Kalbar) – Bupati Sanggau, Yohanes Ontot memimpin rapat koordinasi (Rakor) teknis penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang dihadiri oleh Deputi Wilayah Perbatasan, Kemenko Polkam bertempat di Aula rapat lantai 2 kantor Bupati Sanggau, Rabu (30/07/2025).
Dikatakan Bupati Yohanes Ontot bahwa berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau, hingga saat ini terditeksi 305 titik panas (Hotspot) di Kabupaten Sanggau dan berstatus siaga darurat bencana Karhutla.
” Yang terbagi Hotspot kategori rendah ada 8, menengah ada 294, dan tinggi 3. Secara dini kita harus tangani Karhutla ini,” pinta Bupati Sanggau.
Ontot juga menyampaikan, bencana asap yang diakibatkan oleh Karhutla merupakan urusan bersama dan harus ditangani secara bersama-sama. Maka dari itu sebaiknya langkah-langkah pencegahan dan preventif harus dilakukan.
“Jadi kepada masyarakat, jika mau membakar lahan untuk berkebun dan berladang, lapor dulu kepada Kades, Camat dan Forkopimcam setempat sehingga Karhutla ini bisa kendalikan,” katanya.
Bupati pada kesempatan tersebut meminta kepada perusahaan-perusahaan perkebunan di Kabupaten Sanggau untuk turut aktif dalam penanganan Karhutla di wilayah masing-masing.
“Jangan diangkap sepele Karhutla ini, karena dampaknya bencana acap ini luar biasa terutama kesehatan. Siapapun yang melanggar aturan pemerintah kita tindak, tidak ada lagi toleransi karena saat ini kondisinya sudah tidak bisa ditolerir lagi,”pungkas Ontot.
Turutserta dalam rakor tersebut perwakilan Forkopimda, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dan Mangala Agni Sanggau serta Forkopimcam, Lurah/Kepala Desa secara daring melalui zoom meeting.
Penulis: Darmansyah





