Pemerintah Pastikan Kesepakatan Digital dengan AS Aman dari Kebocoran Data
Jakarta (Suara Kalbar)- Pemerintah Indonesia memastikan kesepakatan perdagangan digital dengan Amerika Serikat tidak melibatkan penyerahan data pribadi masyarakat Indonesia ke pihak AS.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan hal ini untuk meredam kekhawatiran publik terkait adanya potensi kebocoran data dalam kerja sama tersebut.
“Tidak ada yang mengatakan bahwa negara Indonesia menyerahkan data kepada negara Amerika. Itu sama sekali tidak ada,” tegas Airlangga dalam acara InvestorDaily Roundtable Talk di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Senin (28/7/2025).
Penegasan ini disampaikan untuk menjawab kekhawatiran publik menyusul kesepakatan dagang antara Indonesia dan AS yang menurunkan tarif bea masuk produk asal Indonesia dari 32% menjadi 19%. Meski disebut sebagai pencapaian besar, sebagian pihak masih merasa khawatir menyusul pernyataan Gedung Putih yang menyatakan pihak AS mendapat akses pengelolaan data digital Indonesia.
Menurut Airlangga, tidak ada kewajiban penyerahan data pribadi dalam kesepakatan tersebut. Data yang dimaksud hanya berkaitan dengan lalu lintas digital yang memang sudah berlangsung, seperti transaksi kartu kredit lintas negara, e-payment, dan layanan digital lainnya yang digunakan secara sukarela oleh masyarakat.
“Misalnya bikin email di Google atau Microsoft, ya bapak dan ibu sendiri yang masukkan data ke situ,” jelasnya.
Sumber: Beritasatu.com
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






