SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Mempawah Tokoh Masyarakat Adat Mempawah Minta Pemerintah Revisi Program Transmigrasi ke Kalimantan

Tokoh Masyarakat Adat Mempawah Minta Pemerintah Revisi Program Transmigrasi ke Kalimantan

Tokoh Masyarakat Adat Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat yang juga Kepala Desa Anjungan Dalam, Andy Wiyata. SUARAKALBAR.CO.ID/Istimewa

Mempawah (Suara Kalbar) – Wacana pemerintah pusat untuk melaksanakan Program Transmigrasi ke Kalimantan mendapat komentar beragam dari berbagai elemen masyarakat.

Salah satunya datang dari Tokoh Masyarakat Adat Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat yang juga Kepala Desa Anjungan Dalam, Andy Wiyata.

Menurut Andy Wiyata, secara pribadi, dirinya meminta agar Kementerian Transmigrasi (Kementrans) dan perwakilan parlemen Zona Kalimantan di DPR RI dan DPD RI agar dapat merevisi rencana realisasi program tersebut.

“Saya tidak menolak rencana Program Transmigrasi di Kalimantan. Akan tetapi perlu direvisi terkait jenis kegiatan dan peruntukkan bagi warga di luar Kalimantan yang akan didatangkan. Mesti diperjelas dan jangan sampai program ini justru menimbulkan banyak masalah baru,” tegasnya, Selasa (15/7/2025).

Andy Wiyata menilai, program pembangunan pemerintah pusat semestinya memprioritaskan masyarakat Kalimantan yang multietnis dan heterogen.

“Karena dari generasi ke generasi, masyarakat Kalimantan yang heterogen perlu mendapatkan hak dari negara untuk pengembangan kualitas hidup mereka,” tegasnya.

Semestinya, lanjut dia, pemerintah memperbanyak program pemberdayaan, UMKM, pertanian, perkebunan dan lainnya bagi masyarakat Kalimantan yang mengedepankan kearifan lokal. Apalagi bagi mereka yang putus ekonomi hingga putus pendidikan agar bisa mandiri.

Dengan demikian, adanya program pemerintah ini, masyarakat bisa mendapatkan hak atas tanah, bangunan rumah layak huni, serta membangun kualitas SDM yang berujung pada peningkatan taraf hidup.

“Sekali lagi saya berharap Program Transmigrasi ke Kalimantan dapat direvisi dan dikaji kembali. Semoga ini dapat menjadi pertimbangan Kementrans RI dan perwakilan parlemen Zona Kalimantan di DPR RI dan DPD RI,” pungkas kepala desa nyentrik yang identik bertato ciri khas budaya kearifan lokal ini.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan