Mad Hidayat, Penyandang Disabilitas yang Jago Futsal dan Idolakan Neymar
![]() |
| Mad Hidayat dengan keterbatasan fisik tapi jago mengolah bola di Desa Nusapati, Kecamatan Sungai Pinyuh.[Suarakalbar/Dian Sastra] |
Mempawah (Suara Kalbar)-Meski di tengah keterbatasan fisik, Mad Hidayat (15), warga Desa Nusapati, Kecamatan Sungai Pinyuh, mampu menyesuaikan diri dengan kehidupan sekelilingnya, khususnya di kalangan remaja setempat.
Mad Hidayat mengalami keterbatasan fisik sejak lahir. Ia tidak memiliki kaki dan tangan yang sempurna. Namun itu tak membuatnya rendah diri. Pemuda yang akrab disapa Dayat ini mampu menghilangkan stigma, bahwa penyandang disabilitas ternyata bisa berkarya dan mandiri.
Di kalangan remaja Desa Nusapati, Dayat dikenal sebagai remaja yang jago mengolah bola. Ia juga hobi bermain futsal. Dari sekian banyak klub sepakbola di dunia, hanya satu yang jadi favoritnya, yakni Barcelona.
“Dayat juga mengidolakan pemain Paris Saint-Germain (PSG) berkewarganegaraan Brazil, Neymar. Jangan heran, setiap bermain futsal, Dayat selalu diberikan kesempatan bermain dan mengolah bola bersama teman-temannya,” ungkap PS Kasi Humas Polsek Sungai Pinyuh, Bripka Hilarius D Purwanto didampingi Bhabinkamtibmas Nusapati, Briptu M. Kurniawan saat bertandang kediamannya, Jumat (3/7/2020).
Menurut Hilarius D Purwanto, saat ini Dayat sedang bersuka hati. Ia mendapat kabar bahwa dirinya diterima dalam pendaftaran sekolah di SMAN 1 Sungai Pinyuh. Dayat menegaskan, akan belajar sebaik-baiknya agar bisa berprestasi membanggakan kedua orangtua dan keluarga besarnya.
Ya, anak bungsu dari tujuh bersaudara pasangan Bujang Effendi dan Zainah ini, dikenal cerdas dan punya kemauan yang kuat untuk maju. Ia berupaya untuk terus mengembangkan diri agar setara dengan teman-teman seusianya.
“Sikap tegar dan mandiri Dayat ini membuat kami kagum. Kami berharap, kisah Dayat ini dapat menginspirasi penyandang disabilitas, termasuk untuk kita yang memiliki kesempurnaan fisik agar tidak mudah mengeluh terhadap apapun kondisi yang kita alami dalam kehidupan ini,” ungkap Hilarius D Purwanto.
Penulis : Dian Sastra
Editor : Diko Eno






