BMKG Kalbar Imbau Waspada Cuaca Ekstrem dan Potensi Karhutla 13–19 Mei 2025
Pontianak (Suara Kalbar) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada periode 13 hingga 19 Mei 2025. Peringatan ini disampaikan melalui Analisis dan Prospek Cuaca Kalimantan Barat yang dirilis pada Selasa, 13 Mei 2025 pukul 07.00 WIB.
Dalam laporan tersebut, BMKG mengidentifikasi dua potensi cuaca signifikan yang perlu diantisipasi oleh masyarakat dan pemerintah daerah.
Pertama, BMKG memprediksi potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat mengguyur sejumlah wilayah di Kalbar. Hujan tersebut diperkirakan disertai petir dan angin kencang, yang berpotensi menimbulkan banjir lokal, tanah longsor, serta gangguan terhadap aktivitas masyarakat, terutama yang beraktivitas di luar ruangan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk terus memperbarui informasi cuaca dan tetap waspada saat melakukan aktivitas di luar, terutama di wilayah rawan bencana,” tulis BMKG Kalbar dalam keterangannya.
Kedua, meskipun hujan diperkirakan terjadi, potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga masih menjadi perhatian serius. BMKG mencatat adanya peluang kemunculan titik panas (hotspot) yang dapat memicu karhutla, khususnya pada tanggal 13, serta 15 hingga 19 Mei 2025, akibat kondisi cuaca kering lokal dan suhu tinggi di beberapa wilayah Kalbar.
“Kewaspadaan terhadap dua kondisi cuaca ini penting. Di satu sisi, kita harus siap menghadapi curah hujan tinggi, sementara di sisi lain, ada wilayah yang justru rentan mengalami kebakaran lahan,” lanjut pernyataan resmi BMKG melalui laman https://kalbar.bmkg.go.id.
BMKG menekankan pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan dari semua pihak. Pemerintah daerah diimbau untuk memperkuat koordinasi lintas instansi dan terus mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.
Masyarakat juga diminta untuk mengikuti perkembangan informasi cuaca secara berkala melalui kanal resmi BMKG atau aplikasi cuaca terpercaya agar dapat mengantisipasi potensi bencana sejak dini.
Sumber: BMKG
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






