SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News KPI Ingin Punya Taji Awasi Konten Youtube, Netflix, dan Sejenis

KPI Ingin Punya Taji Awasi Konten Youtube, Netflix, dan Sejenis

Netflix.

Suara Kalbar– Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) berharap punya ‘taji’ untuk mengawasi konten-konten pada platform
digital. Komisioner KPI, Irsal Ambia, menyatakan semakin pesatnya
industri digital harusnya diiringi regulasi serupa seperti televisi atau
radio yang disebut media konvensional.

Youtube serta Netlfix Cs ke depan bakal diawacanakan punya panduan memproduksi suatu konten agar penyiaran di Tanah Air sehat dan berkualitas.

“Saya menekankan media dalam bentuk apa pun, baik dia platform
digital atau konvensional, sesungguhnya adalah ruang publik. Maka,
karena dia ruang publik, negara wajib untuk menjaga kepentingan publik
yang ada di situ,” kata Irsal saat menjadi pembicara pada webinar yang
diselenggarakan KPI Pusat, Jumat 10 Juli 2020.

Menurut Irsal, aturan bagi platform digital juga didasari
asas keadilan antarindustri penyiaran. Di televisi sendiri, kata dia,
perusahaan media memiliki izin, membayar pajak dan mengikuti Pedoman
Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran atau dikenal P3SPS.

“Untuk dipahami bahwa banyak regulasi dunia itu, saat ini telah memperluas broadcasting. Broadcasting itu sekarang dipahami lintas platform. Jadi tidak hanya yang konvensional saja, tapi juga terhadap platform digital,” kata dia.

“Di Indonesia ya memang belum ada aturan yang jelas,” tambahnya.

Irsal menyatakan, meski televisi masih mayoritas diakses oleh publik,
tapi semakin hari perilaku masyarakat mulai bergeser. Bagaimana tidak,
di Indonesia saja, pengguna internet secara umum menghabiskan waktu
rata-rata 7 sampai 8 jam dengan mengakses layanan video berbasis
permintaan ataupun streaming (Youtube). Malah layanan internet itu juga sudah memiliki medium laiknya radio dengan munculnya Podcast.

Irsal juga menyebut, Indonesia merupakan pangsa besar di Asia. “Jadi
seharusnya regulasi penyiaran di mana pun memberikan sebuah jaminan
terhadap kompetisi yang fair antar platform,” lanjut dia.

Sumber : Viva.co.id

Komentar
Bagikan:

Iklan