Proyek Pembangunan Jalan Mataso-Ulak Pauk di Kapuas Hulu Dimulai
Kapuas Hulu (Suara Kalbar)- Proyek pembangunan ruas Jalan Mataso-Ulak Pauk di Kecamatan Embaloh Hulu, wilayah perbatasan antara Indonesia dan Malaysia di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, resmi dimulai dengan anggaran sebesar Rp10 miliar dari dana alokasi khusus pemerintah setempat.
Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, mengajak masyarakat untuk mendukung program pembangunan ini agar pekerjaan berjalan lancar, tepat waktu, dan akses masyarakat menjadi lebih baik.
“Saya mengajak masyarakat mendukung program pembangunan ruas jalan tersebut agar pekerjaan lancar, tepat waktu, dan akses masyarakat juga lancar,” kata Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan melansir dari ANTARA, Rabu(26/6/2024).
Fransiskus menjelaskan bahwa peluncuran atau launching pekerjaan jalan ini dilakukan pada Senin (24/6) sebagai bentuk sosialisasi agar masyarakat mengetahui program pembangunan yang diinisiasi untuk menangani ruas jalan Mataso-Ulak Pauk yang sudah lama diidamkan oleh masyarakat setempat.
Anggaran Rp10 miliar tersebut akan digunakan untuk berbagai pekerjaan, termasuk pengaspalan sepanjang 1,7 kilometer, pembangunan satu unit bok, rehabilitasi satu unit jembatan, penimbunan area rawan banjir dan longsor sepanjang 208 meter, serta perataan badan jalan sepanjang 6 kilometer.
“Pembangunan akan kami lakukan secara bertahap untuk memperlancar akses transportasi masyarakat yang menghubungkan beberapa desa,” katanya.
Fransiskus juga menjelaskan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kapuas Hulu saat itu banyak terpakai untuk penanganan COVID-19, berlanjut peralihan di 2022 ,dan 2023 APBD mulai ditentukan peruntukannya berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang mengakibatkan anggaran peningkatan infrastruktur berkurang.
Kemudian, pada 2024 ini anggaran juga cukup besar untuk pelaksana pemilihan kepala daerah yang akan dilaksanakan pada 27 November 2024.
Fransiskus mengaku terus berusaha melaksanakan pembangunan yang dibiayai di luar APBD Kapuas Hulu, baik itu di bidang infrastruktur jalan dan jembatan, pendidikan dan juga kesehatan.
Oleh karenanya, Fransiskus menyampaikan permohonan maaf apabila ada sejumlah daerah di Kapuas Hulu yang belum tertangani, dikarenakan keterbatasan anggaran dan terbentur aturan yang diperketat.
“Dengan keterbatasan anggaran tersebut kami terpaksa melakukan pembangunan secara bertahap, jadi mohon maaf jika belum semua infrastruktu tertangani saat ini, kami akan upayakan secara bertahap,” kata Fransiskus.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






