Banjir dan Tanah Longsor di Landak, Ribuan Jiwa Mengungsi
Pontianak (Suara Kalbar) – Intensitas hujan yang cukup tinggi di sejumlah Kabupaten Kota di Kalimantan Barat telah menyebabkan wilayah dataran rendah terendam banjir dengan cepat. Kejadian ini terutama terjadi di Kabupaten Landak sejak Selasa (22/05/2024) lalu.
Ketua Satgas Informasi BPBD Kalbar, Daniel, menyatakan bahwa bukan hanya banjir, tetapi tanah longsor dan pohon tumbang juga terjadi akibat intensitas hujan yang cukup tinggi dengan durasi yang lama.
“Dua kecamatan dilanda tanah longsor yakni Nmgabang dan Jelimpo,sedangkan tanah bergetar terjadi di Kecamatan Air Besar,” kata Daniel Sabtu (25/05/2024) pagi.
Daniel menjelaskan terkait banjir ada beberapa wilayah yang terdampak yakni Kecamatan Jelimpo,Kuala Behe, Air Besar,Sengah Temila,Ngabang, dan Sebangki di setiap kecamatan ada masing – masing satu desa yang terendam.
“Akibat banjir tersebut 5.648 Jiwa terdampak 1.448 rumah terendam satu rusak serta 296 jiwa mengungsi ketempat yang lebih aman,” jelasnya.
Akibat banjir tersebut Pemerintah Kabupaten Landak telah mengeluarkan status tanggap darurat batingsor yang telah dikeluarkan pada 22 mei dan akan berlaku hinggga 6 juli mendatang.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






