Tragedi Badai Pakistan: 41 Orang Tewas, Ribuan Terancam Longsor dan Banjir
Jakarta (Suara Kalbar)- Badai yang melanda Pakistan sejak Jumat (12/4/2024) telah menelan korban tewas sebanyak 41 orang, dengan 28 di antaranya tewas karena tersambar petir. Otoritas Manajemen Bencana Nasional Pakistan (NDMA) memperingatkan adanya potensi tanah longsor dan banjir bandang akibat hujan lebat yang diperkirakan akan terus turun dalam beberapa hari mendatang.
Provinsi Punjab mencatat angka kematian tertinggi, dengan 21 orang tewas akibat tersambar petir antara Jumat dan Minggu.
Perdana Menteri Shehbaz Sharif meminta NDMA untuk menyediakan bantuan bagi daerah yang terdampak.
“Saya telah meminta NDMA untuk berkoordinasi dengan provinsi-provinsi. NDMA agar menyediakan barang-barang bantuan ke daerah-daerah yang mengalami kerusakan,” katanya melansir dari Beritasatu.com, Selasa(16/4/2024).
Masyarakat yang tinggal di daerah terbuka dan perdesaan lebih rentan terhadap tersambar petir. Di Provinsi Balochistan, delapan orang tewas termasuk tujuh yang tersambar petir, sementara 25 distrik terendam banjir.
Sebagai tindakan pencegahan, sekolah-sekolah di Balochistan ditutup pada Senin dan Selasa untuk menghindari bahaya. Di Provinsi Sindh selatan, empat orang tewas dalam kecelakaan lalu lintas terkait jalan yang tergenang banjir.
Di provinsi barat laut Khyber Pakhtunkhwa, delapan orang tewas termasuk empat anak-anak akibat rumah-rumah yang runtuh.
Ketua Partai Rakyat Pakistan, Bilawal Bhutto Zardari, menyalahkan perubahan iklim sebagai penyebab meningkatnya insiden petir. Dia menyatakan bahwa Pakistan semakin rentan terhadap pola cuaca yang tidak dapat diprediksi, serta hujan monsun yang sering merusak dan biasanya terjadi pada Juli.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






