“Perang” Pantun Ajakan Cegah Covid-19 di Grup MABM Mempawah
![]() |
| Trisna Jaya, Tokoh Muda MABM Mempawah yang menulis pantun ajakan cegah Covid-19. |
Mempawah (Suara Kalbar) – Banyak cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan dalam upaya mencegah dan mengendalikan penyebaran Covid-19.
Di Mempawah, seorang tokoh muda Majelis Adat Budaya Melayu (MABM), Trisna Jaya, menulis sebuah pantun berisikan ajakan agar semua pihak mematuhi anjuran pemerintah supaya tak terpapar Covid-19.
Ketika pantun dilemparkan ke grup MABM Mempawah, bak gayung bersambut, para pengurus dan anggota MABM pun saling berbalas pantun.
Pengurus MABM yang rata-rata pada dasarnya mahir berpantun, membuat suasana terasa ramai dan penuh kekeluargaan.
“Mari bersama kita cegah Covid-19 dari diri kita sendiri. Ayo terus berbalas pantun sebagai wahana kita melestarikan budaya,” ucap Trisna Jaya.
Ketika dihubungi suarakalbar.co.id, mantan Direktur PDAM Mempawah ini menjelaskan, pantun yang dibuatnya itu terinspirasi dari membaca berita suarakalbar.co.id, tentang razia masker yang digelar tim gabungan di Mempawah.
“Usai membaca berita itu, terbersit di hati saya untuk membuat imbauan kepada masyarakat, terutama “budak-budak” Mempawah yang sampai sekarang masih siau layau (keluyuran, red) tanpa mengindahkan protokol kesehatan,” katanya seraya tertawa.
Selain itu, tambah Trisna Jaya, dalam sampiran pantun, turut dipromosikan kepada masyarakat di luar Kabupaten Mempawah, bahwa Sungai Mempawah masih kaya dengan habitat ikan dan udang untuk yang hobi memancing, namun tergantung keadaan sungai.
“Semoga pantun yang saya buat bermanfaat, termasuk pantun-pantun rekan-rekan di MABM Mempawah yang tadi sempat kami saling berbalas pantun,” imbuh Trisna Jaya.
Berikut ini, pantun yang dibuat Trisna Jaya sehingga mengundang terjadinya “perang” pantun di Grup MABM Kabupaten Mempawah.
Sungai Mempawah aeknye payau.
Kalau udah musem kemarau.
Jangan kitak nak siau layau.
Ape agik nak merayau.
Kalau udah musem kemarau.
Aek masen jangan dijamah.
Dari pade kitak merayau.
Bagos kitak mekap lam rumah.
Musem ujan aeknye tawar.
Tapi aek gambut yg mengaler.
Kok terpaksa haros keluar.
Jangan lupa memakai masker.
Kalau sungai aeknye tawar.
Biasenye banyak udang dan ikan.
Kalau kite abes keluar.
Jangan lupak nak basoh tangan.
Aek tawar banyaklah ikan.
Selaen ikan dan juga udang.
Kalau kite udah basoh tangan.
Virus Corona di tangan akan ilang.
Sungguh hebat Sungai Mempawah.
Banyak pemancing yg tepesona.
Kalau kite mekap lam rumah.
Memutos rantai Virus Corona.
Penulis : Dian Sastra/adv






