KPU Kalbar Distribusikan Logistik Pemilu ke 6 Kabupaten dan Kota
Pontianak (Suara Kalbar)- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Barat, Muhammad Syarifuddin Budi, mengumumkan bahwa proses distribusi logistik Pemilu telah dimulai. Dalam pernyataannya, ia menjelaskan bahwa tahap distribusi logistik ini akan berlangsung dalam dua gelombang.
Pada gelombang pertama, beberapa komponen logistik seperti kotak suara, bilik suara, tinta pemilu, dan segel sudah mulai didistribusikan. Bilik suara, misalnya, telah tiba di Pelabuhan Pontianak dan segera akan disalurkan ke enam kabupaten/kota di Kalimantan Barat. Sementara itu, bagian-bagian lain dari logistik seperti tinta pemilu dan segel juga sedang dalam proses pengiriman.
“Distribusi Logistik untuk Pemilu masih dalam pemenuhan kebutuhan, ada yang sudah di produksi maupun ada yang sudah dalam pengiriman,” kata Budi melansir dari ANTARA, Minggu(29/10/2023).
Dia menjelaskan, untuk pengiriman distribusi logistik Pemilu akan di lakukan dua gelombang, gelombang pertama sebagian sudah selesai seperti kotak suara, bilik suara, tinta pemilu dan segel.
“Sore kemarin, untuk bilik suara sudah tiba di Pelabuhan Pontianak sebagian untuk enam Kabupaten Kota dan delapan Kabupaten lainnya menyusul,” tuturnya.
Saat ini dirinya masih berada di Jakarta untuk meninjau produksi segel dan produksi bilik suara, untuk kotak suara produksinya berada di Sidoarjo dan Gresik.
“Untuk tinta sudah sepenuhnya diproduksi dalam proses pengiriman ke pelabuhan Pontianak, segel kemungkinan besar pada hari Senin tanggal 30 Oktober akan dikirim ke Pelabuhan Pontianak, nanti tinggal koordinasi ke pihak terkait dengan penyedia ekspedisi untuk pengirimannya,” katanya.
Ia mengatakan untuk tahap kedua menyusul, karena logistik tahap dua termasuk di dalamnya surat suara setelah penetapan atas daftar calon tetap pada tanggal 3 November termasuk pencalonan Presiden pasca penetapan di tanggal 13 November.
“Logistik tahap kedua patut jadi perhatian, kami harus memastikan kontrol tetap dan konteks penyediaan pengiriman, karena waktu yang dibutuhkan baik dalam produksi mau pun pengiriman seluruh wilayah di Kalbar termasuk distribusi waktunya jauh lebih pendek dibandingkan dengan Pemilu 2019,” kata Budi.
Budi mengatakan hasil koordinasi dengan pihak penyedia pada waktu pengiriman dan penyediaan masih dalam batas aman.
“Kami sudah berkomunikasi memastikan kontak manual termasuk informasi sistem logistik KPU, melalui komunikasi data dan komunikasi manual kami coba mengontrol pergerakan logistik KPU Kalbar untuk seluruh Kabupaten Kota,” tuturnya.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






