Penyusunan Angka Statistik Tanaman Pangan di Kalbar Tahun 2023, Atap Palawija dan Sasarannya
Pontianak (Suara Kalbar)- Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat Florentinus Anum membuka secara resmi Kegiatan Pertemuan Penyusunan Angka Statistik Tanaman Pangan Tahun 2023, ATAP Palawija Tahun 2022 dan Sasaran Tahun 2024 yang dilaksanakan di Aula Dinas TPH Kalbar Rabu (27/9/2023).
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Sekretaris Dinas TPH, Kepala Bidang dan UPT Lingkup Dinas, Para Kepala Dinas Pertanian dan Pengolah Data Tanaman Pangan Kabupaten/Kota se-Kalimantan Barat serta perwakilan dari pihak BPS Provinsi Kalimantan Barat.
Program peningkatan produksi, produktivitas, dan mutu tanaman pangan ini bertujuan untuk mencapai swasembada dan swasembada berkelanjutan.“Program ini diprioritaskan pada komoditas utama yaitu padi, jagung dan kedelai,” katanya.
Dalam sambutannya Florentinus Anum mengatakan bahwa program peningkatan produksi, produktivitas, dan mutu tanaman pangan ini bertujuan untuk mencapai swasembada dan swasembada berkelanjutan.
“Program ini diprioritaskan pada komoditas utama yaitu padi, jagung dan kedelai. Berdasarkan SI-PDPS produksi Padi tahun 2023 di Kalbar sebanyak 1.103.996 ton GKG atau setara beras sebanyak 725.105 ton. Dengan jumlah penduduk sebanyak 5.482.046 jiwa dan konsumsi per kapita 97,61 kg, maka kebutuhan beras di Kalbar sebanyak 535.103 ton. Pada tahun 2023 Kalbar kembali Surplus beras sebanyak 190.002 ton,” paparnya.
Dia menjelaskan produksi padi tahun 2023 tersebut meningkat 1,51 persen dari ATAP 2022 sebanyak 731.226 ton GKG.
“Meningkatnya produksi Padi tahun 2023 tersebut disebabkan Meningkatnya luas panen sebesar 1,55 persen meskipun produktivitas menurun 3,03 persen. Produksi Jagung tahun 2022 Menurun 12,73 persen, sedangkan produksi Kedelai juga Menurun 70,75 persen dari ATAP 2021. Menurunnya produksi Jagung tahun 2022 disebabkan Menurunnya Produktivitas sebesar 0,86 persen,” paparnya.
Sedangkan menurunnya produksi kedelai juga disebabkan menurunnya produktivitas sebesar 0,43 persen. “Penerapan Pembangunan Pertanian tersebut diimplementasikan dengan Strategi Intensifikasi Terhadap Tahapan Proses Produksi Pertanian dari Hulu sampai hilir yang berbasis kluster dengan penguatan kelembagaan tani (kemitraan), serta mengawal peningkatan kualitas, kuantitas dan jenis komoditi yang berorientasi ekspor,” katanya.
Menurutnya beberapa hal yang dapat kami sampaikan, semoga pertemuan ini menjadi pemacu semangat kita untuk bersama-sama meningkatkan produksi tanaman pangan ke depan di Kalbar.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






