Koperasi Gunakan Metode Spin Off di Dukung oleh Dinas Koperasi dan UKM Kalbar
![]() |
| Kadis Koperasi dan UKM menghadiri acara Edukasi Spin Off kepada para pegiat Koperasi |
Pontianak (Suara Kalbar) – Melakukan Spin Off dengan cara memberikan edukasi membangun koperasi melalui metode pembagian (spin off) tahun 2020 diimbau oleh Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Barat.
Program spin off koperasi yang dikembangkan oleh Pusat Koperasi Khatulistiwa, Kalimantan Barat sudah dimulai sejak empat tahun lalu.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kalbar, Ansfridus J Andjioe melalui anggota PPID Diskop dan UKM Kalbar Veronika menegaskan bahwa pengembangan koperasi melalui upaya spin off ini sangat penting juga untuk memperbaiki citra koperasi yang selama ini hanya identik dengan usaha simpan pinjam.
“Pemekaran atau pembagian (spin off) kelembagaan bisa menjadi salah satu solusi untuk membangun bisnis jaringan koperasi yang kuat,” ungkapnya.
Menurutnya Koperasi dinilai perlu melakukan praktik spin off atau pemisahan usaha secara parsial sebagai upaya untuk mendorong konglomerasi sosial melalui wadah koperasi.
“Kalbar sendiri menjadi Daerah dengan jumlah koperasi simpan pinjam atau yang juga lazim disebut koperasi kredit, terbesar dan terbanyak di Indonesia,” katanya.
Dalam tatanan kehidupan ekonomi, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah mempunyai peranan penting dalam upaya mengentaskan kemiskinan.
“Koperasi dan UKM akan memberikan kesempatan berusaha dan kesempatan kerja sebagai perwujudan dari program Pemberdayaan Ekonomi masyarakat,” tuturnya.
Pembagian atau pemekaran kelembagaan Koperasi(Spin Off) dirasakan perlu karna merupakan wujud dari disversifikasi usaha.
“Salah satu dampak positif dari koperasi yang melakukan “Spin Off ” adalah terciptanya lapangan kerja baru bagi masyarakat,” jelasnya.
Selanjutnya keterbukaan lapangan kerja baru akan menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan serta terbukanya akses pasar bagi komoditas lokal.
Penulis : Yapi Ramadhan
———





