Suara Kalbar Lolos Program Trustworthy News Indicators, Upaya Membangun Kepercayaan Publik
Jakarta (Suara Kalbar)- Media online/siber Suarakalbar.co.id, bersama dengan 26 media lainnya, lolos mengikuti kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang membahas indikator keterpercayaan media atau Trustworthy News Indicators. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) dengan dukungan dari Internews-USAID MEDIA di salah satu hotel di Jakarta Pusat, Kamis (06/07/2023).
Pemimpin Redaksi Suarakalbar.co.id, Kundori, menyambut baik kegiatan ini dan menjelaskan bahwa hal ini merupakan upaya untuk meningkatkan indikator kepercayaan media di mata publik. Media yang menjadi anggota AMSI diharapkan dapat berkomitmen untuk mengadopsi dan mengimplementasikan indikator tersebut sebagai dasar dalam menjalankan tugas jurnalistik bagi media dan newsroom.
“Kami bersyukur Suara Kalbar lolos dalam program ini yang sebelumnya dibuka pendaftaran oleh panitia. Kami mengutus saudara Diko, Editor untuk hadir mengikuti program ini,” ujar Kundori.
Ketua AMSI, Wenseslaus Manggut, menyatakan bahwa AMSI mendukung pertumbuhan dan pengembangan ekosistem bisnis media yang sehat dan berkualitas melalui Trustworthy News Indicators. Salah satu faktor penting dalam mencapai tujuan tersebut adalah melalui praktik dan manajemen keredaksian yang profesional, transparan, akuntabel, serta kepatuhan terhadap aturan yang ditetapkanoleh undang-undang dan peraturan perusahaan pers.
Sejak tahun 2021, AMSI bekerja sama dengan Internews dan USAID- MEDIA untuk menyusun kembali indikator tingkat keterpercayaan publik terhadap pemberitaan, yang dikenal sebagai Trustworthy News. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk membangun ekosistem bisnis media yang berkualitas, sehat, dan berkelanjutan di Indonesia. Keberhasilan implementasi indikator ini sangat penting mengingat adanya disrupsi teknologi digital dan fenomena “popularisme” di media sosial yang dapat mengancam kepercayaan publik.
Dengan mengikuti kegiatan FGD ini, Suarakalbar.co.id dan media-media lain yang turut serta telah menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas dan kepercayaan dalam dunia jurnalistik.
“Diharapkan, melalui adopsi indikator keterpercayaan media ini, media-media di Indonesia akan semakin dapat membangun dan mempertahankan kepercayaan publik dalam menyampaikan berita yang akurat, obyektif, dan bertanggung jawab,”kata Ketua AMSI.
AMSI sebagai wadah bagi media-media siber di Indonesia terus mendorong pertumbuhan ekosistem bisnis media yang sehat dan berkualitas. Dalam konteks ini, penting bagi industri media untuk menjalankan praktik dan manajemen keredaksian yang profesional serta pengelolaan bisnis yang transparan dan akuntabel. Keberhasilan dalam mengikuti aturan main yang telah ditetapkan oleh undang-undang dan peraturan tentang perusahaan pers akan menjadi langkah penting dalam mencapai tujuan tersebut.
Dengan upaya yang dilakukan oleh AMSI, Internews, dan USAID-MEDIA, diharapkan keterpercayaan publik terhadap pemberitaan dapat ditingkatkan. Diseminasi informasi yang akurat, bermutu, dan dapat dipercaya menjadi landasan dalam membangun ekosistem bisnis media yang berkualitas, sehat, dan berkelanjutan di era digital ini.
Sebanyak 11 indikator harus diadopsi oleh media yang bergabung dengan AMSI, antara lain:
1. Menjunjung tinggi dan patuh menjalankan kode etik jurnalistik dan pedoman media siber sebagai pedoman utama kerja keredaksian.
2. Mengutamakan kerja jurnalistik untuk kepentingan umum.
3. Melakukan kerja jurnalistik secara obyektif, jujur dan tidak mempraktikan plagiarisme
4. Memenuhi standar perusahaan pers serta memenuhi proses verifikasi perusahaan pers yang ditetapkan UU dan Peraturan Dewan Pers.
5. Mengumumkan secara terbuka kepada pembaca tentang penanggungjawab, alamat, susunan organisasi redaksi dan manajemen, serta mencantumkan kepemilikan (ownership) perusahaan.
6. Menghargai keberagaman, kelompok minoritas, dan hak asasi manusia yang dijamin UUD1945.
7. Tidak mempromosikan dan atau mengiklankan produk terlarang seperti narkoba, obat terlarang, senjata ilegal, atau barang selundupan.
8. Tidak memberitakan tindakan secara demonstratif dan dukungan terhadap tindak terorisme dan rasisme.
9. Membuat editorial yang melindungi anak-anak dan perempuan yang menjadi korban kekerasan, bullying, pornoaksi dan kekerasan seksual, serta tindakan diskriminasi gender.
10. Memberi label yang mudah diketahui pembaca terhadap konten secara jelas antara berita, opini, dan konten bersponsor atau berbayar.
11. Menghargai dan melindungi data pribadi dan hak privacy pembaca atau pengunjung situs.
Komitmen ini ditandatangani oleh 27 media yang hadir dalam kegiatan tersebut.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






